Stafsus Wapres dorong platform digital tingkatkan ekspor UMKM

·Bacaan 1 menit

Staf Khusus Wakil Presiden (Wapres) Lukmanul Hakim mengapresiasi kolaborasi platform digital dalam Asosiasi Platform Digital Ekspor Indonesia (APDEI) untuk mendongkrak ekspor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah pandemi dan pasca-pandemi COVID-19.

Saat berdialog dengan pengurus APDEI, dia menyatakan melalui plarform digital akan menembus sekat-sekat hambatan ekspor, sehingga terbangun ekosistem ekspor berkesinambungan yang terus tumbuh besar.

"Ekspor melalui platform digital ini luar biasa. Kami mendukung platform digital ekspor berjalan membesar dan menjadi urat nadi ekspor Indonesia," ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Lukman menyebut dua hal yang harus ada afirmasi dalam mendorong ekspor UMKM yakni ekosistem produksi sehingga bisa efisien dengan kualitas terbaik dan kuantitas memadai.

Kemudian harus memiliki daya saing kompetitif, selain efisiensi produksi juga harus dukungan pemerintah bekerja sama dengan negara tujuan ekspor.

Baca juga: Kemendag katakan tujuh UMKM binaannya berhasil ekspor

"Kita harus memiliki special agreement dengan negara-negara yg saat ini belum kerja sama perdagangan, seperti dengan negara anggota OKI (Organisasi Konferensi Islam)," katanya.

Ketua Umum APDEI Hadi Lee mengungkapkan ekosistem yang dibangun meliputi semua aspek dalam rantai pasok ekspor, termasuk logistik.

"Ini perlu dukungan pemerintah," tutur Hadi yang mengelola platform IDN Store.

Pengurus APDEI Amalia Prabowo mengungkapkan kolaborasi ini dapat meningkatkan volume dan efisiensi.

"Kami masing-masing sudah membuat ekosistem dan mengirimkan barang ekspor," tuturnya.

Dikatakannya, APDEI membangun sumber daya manusia ekspor melalui pendampingan dan pelatihan sehingga menjadi pusat inkubasi UMKM.

Baca juga: Wapres: UMKM halal perlu dukungan kuat untuk penuhi pasar ekspor

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel