Stafsus Wapres: Tambak udang potensial dikembangkan di Tasikmalaya

·Bacaan 2 menit

Staf Khusus Wakil Presiden (Stafsus Wapres) Bidang Ekonomi dan Keuangan Lukmanul Hakim menyebutkan sektor perikanan budi daya, terutama tambak udang, berpotensi dikembangkan di wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat.

"Di pantai Tasikmalaya selatan sangat bagus untuk budi daya udang vaname yang memiliki nilai ekonomi tinggi," ujar Lukman di Jakarta, Senin, menjelaskan hasil kunjungannya ke Kabupaten Tasikmalaya.

Sebelumnya Tim Stafsus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan melakukan kunjungan ke kawasan tambak udang Qini Vaname yang dikembangkan Pesantren Al-Idrisiyyah Tasikmalaya seluas 10 hektare di wilayah Cipatujah.

Menurut pengasuh Ponpes Al Idrisiyyah Kyai Mara Umar, pihaknya selain mengembangkan tambak udang di kawasan pesantren juga membina petani-petani tambak di sekitarnya.

"Kami melihat ada potensi besar yang harus dikembangkan dan dapat memberikan dampak ekonomi masyarakat yang tinggi yaitu, sektor perikanan tambak udang," ujar Lukmanul Hakim.

Baca juga: Membina petambak udang lokal Indonesia meraih pangsa global

Selain itu, tambahnya, di kawasan selatan juga ada destinasi wisata religi yang memiliki daya tarik besar masyarakat muslim Jawa Barat dan daerah lainnya yaitu Pamijahan.

Di kawasan ini terdapat makam Syech Abdul Muhyi, penyebar agama Islam di Tasikmalaya, serta Goa Safarwadi yang digunakan Syekh Haji Abdul Muhyi dan tokoh penyebar agama Islam lain untuk berkhalwat atau menyendiri mendekatkan diri kepada Tuhan.

Dengan panjang 284 meter dan lebar 25 meter, pengunjung dapat menyusuri goa tersebut dalam waktu lebih kurang lebih 30 menit. Tidak kurang dari 250.000 pengunjung per tahun ke kawasan wisata religi Pamijahan.

"Pamijahan dapat menjadi destinasi wisata religi. Melalui kunjungan ini kami ingin mendorong Pamijahan menjadi Wisata Religi Nasional," kata Lukmanul Hakim.

Wakil Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin mengatakan Tasikmalaya yang berpenduduk 1,8 juta jiwa memiliki 39 kecamatan dengan potensi ekonomi sektor pertanian, perikanan, UMKM, dan pariwisata.

"Kami memiliki lahan 390 hektare ex HGU yang diperuntukkan kawasan industri," katanya.

Baca juga: Stafsus Wapres dorong tambak milenial untuk ekonomi kerakyatan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel