Stafsus Wapres: Tarik petani milenial dengan teknologi pertanian

Kelik Dewanto
·Bacaan 2 menit

Penerapan teknologi pertanian modern dinilai menjadi salah satu solusi untuk menarik generasi milenial atau kaum muda terjun di sektor pertanian.

Staf Khusus Wakil Presiden Lukmanul Hakim menyatakan krisis regenerasi petani muda menjadi tantangan bagi keberlanjutan sektor pertanian Indonesia, untuk itu perlu inovasi dan kreativitas agar pertanian menarik bagi generasi muda.

"Bertani tidak harus berlumpur, dengan teknologi para milenial dapat bertani tanpa harus berkotor-kotor," katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan jumlah petani menurun dan petani muda hanya 6 persen atau 2,7 juta dari total petani di Tanah Air yang berjumlah 33,4 juta.

Baca juga: Indonesia perlu lebih banyak agripreneur dan petani milenial

Sementara itu, Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia M Anwar Bashori menjelaskan BI membuat sejumlah piloting pengembangan pertanian cerdas (smart farming) berbasis teknologi IoT (internet of think) guna meningkatkan produksi dan menjaring generasi muda terjun ke sektor pertanian.

Salah satunya yakni pengembangan Greenhouse Aquaponik untuk budi daya pertanian dan perikanan sebagai upaya untuk menarik pemuda bertani .

"Greenhouse yang kami kerja samakan dengan pesantren sudah melakukan ekspor ke beberapa negara," ujar Anwar saat Peresmian Piloting Program Pengembangan Ekosistem Halal Value Chain berbasis Pesantren di Pesantren Darusyifa Al Fitroh Yaspida Sukabumi dan Pesantren Yatim Mabda Islam Sukabumi, Rabu (28/4/2021).

Dalam hal ini, DEKS Bank Indonesia bekerja sama dengan Arus Baru Indonesia (ARBI) membangun Greenhouse Aquaponik dan mesin pengalengan jamur merang yang pada tahap pertama dilaksanakan di delapan pesantren dan dilanjutkan di 10 pesantren pada tahap kedua.

Program tersebut selain membangun kemandirian pesantren juga menjadi sarana edukasi bagi santri dan masyarakat sekitar belajar pertanian modern dengan teknologi.

Anwar mengungkapkan sektor pertanian menjadi penyelamat ekonomi nasional di tengah pandemi COVID-19. Pada saat krisis akibat pandemi ini, sektor pertanian tumbuh positif.

Lukmanul Hakim yang juga Ketua Umum Arus Baru Indonesia (ARBI) menambahkan pesantren memiliki peran strategis membangun ketahanan pangan dan UMKM.

Pesantren, tambahnya, dapat menjadi hub ekonomi kerakyatan yang dikembangkan masyarakat sekitar sehingga dapat menyerap tenaga-tenaga kerja setempat.

"Setelah saya masuk dan menanam di greenhouse saya jadi tertarik pada sektor pertanian, dan ingin jadi petani greenhouse,"ungkap Nova, santriwati Pesantren Darussyifa Al Fitroh.

Baca juga: Mentan sampaikan lima pesan khusus untuk petani milenial di Jombang
Baca juga: Pegiat: Menarik petani milenial bisa lewat pengembangan potensi alam
Baca juga: KEHATI: Peran petani milenial penting untuk lestarikan pangan lokal