Stakeholder Industri Properti Paparkan Arah Pandang Pasar dan Tren Properti 2022

·Bacaan 10 menit

Jakarta, 9 Desember 2021 – Meskipun pandemi masih berlangsung, 2021 menjadi tahun yang cerah bagi para pelaku industri properti nasional. Berbagai stimulus dan kebijakan pemerintah berhasil meningkatkan minat konsumen untuk melakukan transaksi pembelian properti. Walau permintaan sempat turun pada masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, optimisme di pasar properti masih terus meningkat seiring dengan pulihnya ekonomi nasional.

Menjelang berakhirnya tahun 2021 dan akan datangnya tahun 2022, Rumah.com sebagai portal properti terdepan di Indonesia menyelenggarakan diskusi panel Indonesia’s Property Market Outlook & Real Estate Trend 2022 yang menghadirkan stakeholder industri properti terdiri dari asosiasi developer, pengembang, ekonom dan portal teknologi properti untuk mengungkap arah pandang pasar dan tren properti 2022.

Marine Novita, Country Manager Rumah.com menjelaskan bahwa di awal tahun 2021, pelaku sektor properti masih bersikap wait and see. Mereka masih mencermati langkah-langkah Pemerintah dalam menangani Covid-19 dan menunggu realisasi Pemerintah untuk memberikan stimulus bagi sektor properti.

"Situasi pasar properti mulai membaik setelah sejumlah stimulus dan kebijakan Pemerintah benar-benar digulirkan. Kebijakan Pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) properti antara 50 hingga 100 persen yang ditanggung pemerintah. Kemudian Bank Indonesia (BI) juga mengizinkan uang muka nol persen lewat relaksasi rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV)," jelas Marine.

Review pasar properti 2021

Menurut data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI), indeks harga pada kuartal pertama sempat turun sebesar 0,36 persen secara kuartalan sementara suplai naik tipis sebesar 8,39 persen. Sedangkan indeks harga properti pada kuartal kedua naik 2,24 persen dari kuartal sebelumnya dan indeks suplai pada kuartal turun sebesar 2,13 persen secara kuartalan.

Kebijakan PPKM darurat secara mendadak pada awal kuartal ketiga 2021 memberikan efek kejut terhadap berbagai sektor ekonomi di Indonesia. Kendati demikian, berbagai kebijakan Pemerintah membuat pengembang berani menggenjot pembangunan dan peluncuran hunian baru pada Q3 2021.

Indeks harga pada kuartal ketiga 2021 menurut data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) naik sebesar 1,80 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara itu, indeks suplai meningkat sebesar 9,57 persen secara kuartalan.

Data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) tersebut memiliki akurasi yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia, karena merupakan hasil analisis dari 600.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.

Marine menyatakan bahwa kebijakan Pemerintah pada sektor properti seperti Down Payment Nol Persen dan relaksasi Pajak Penambahan Nilai (PPN) properti tepat sasaran karena berdasarkan Rumah.com Consumer Sentiment Survey H1 2021 pada awal tahun 2021, sebanyak 67 persen responden mengharapkan penurunan uang muka. Sementara sebanyak 85 persen mengharapkan penurunan suku bunga ketika ditanya seputar suku bunga.

"Stimulus pemerintah berhasil membuat pasar properti pulih sepanjang tahun 2021, ditandai dengan kenaikan harga properti pada kuartal kedua dan ketiga serta kenaikan pencarian properti secara tahunan. Meskipun PPKM Darurat sempat menjadi ganjalan di pertengahan tahun, pemberian beragam insentif mampu menjaga optimisme pasar tetap hidup hingga akhir tahun. Hal ini membuat pengembang lebih percaya diri untuk meningkatkan produksi di masa pemulihan ekonomi nasional," kata Marine.

Tren pasar properti 2022

Menurut Marine pada tahun 2022 mendatang, daya beli masyarakat kelihatan belum akan pulih sepenuhnya sehingga kondisi pasar masih tetap bergantung kepada kebijakan pemerintah atas insentif pajak dan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) maupun Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

“Pengembang juga bisa berstrategi untuk meningkatkan penjualan dengan berfokus pada ketersediaan sarana publik di sekitar hunian serta berbagai fitur ramah lingkungan pada hunian yang mereka tawarkan kepada konsumen,” jelasnya.

Hal ini karena kesadaran masyarakat untuk memiliki rumah yang ramah lingkungan cukup tinggi. Sebanyak 90 persen responden Rumah.com Consumer Sentiment Survey H2 2021 mengakui pentingnya fitur ramah lingkungan pada rumah, terutama fitur yang dapat membantu menghemat pengeluaran seperti tagihan listrik dan kendaraan pribadi. Meski demikian, hanya satu dari tiga responden bersedia membayar lebih untuk memiliki rumah dengan fitur ramah lingkungan.

Sementara stimulus Pemerintah berupa DP Nol Persen dan relaksasi PPN properti yang diluncurkan Pemerintah sejak Maret 2021 terbukti memberi pengaruh signifikan terhadap perputaran ekonomi di sektor properti. Sepanjang tiga bulan pertama, stimulus ini diklaim meningkatkan penjualan properti pada kisaran 10 hingga 20 persen, baik untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), menengah, maupun tinggi.

Melihat efek positif yang dihasilkan, kedua stimulus tersebut pun diperpanjang. Insentif pembebasan PPN properti diperpanjang hingga Desember 2021, diikuti dengan perpanjangan kebijakan uang muka alias DP nol persen diteruskan sampai Desember 2022. Perpanjangan stimulus ini diyakini dapat menjaga kondisi pasar properti 2022 tetap stabil.

Di luar stimulus dari pemerintah pusat, kemudahan finansial juga diberikan oleh pemerintah daerah berupa keringanan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dimana masing-masing daerah menetapkan ketentuan yang berbeda-beda. Kebijakan ini juga selaras dengan keinginan konsumen dalam Rumah.com Consumer Sentiment Survey H2 2021 dimana sebanyak 70 persen responden berharap pemerintah mengurangi nilai BPHTB agar memudahkan mereka mendapatkan properti idaman.

Selain stimulus Pemerintah, proyek infrastruktur transportasi juga turut menggenjot sektor properti dari sisi harga, khususnya jalan tol baru yang menghubungkan kawasan hunian dengan jalur tol lingkar luar Jakarta. Sebagai contoh Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang secara berturut-turut mencatat kenaikan harga tahunan sebesar 17,04 persen, 9,21 persen, dan 13,55 persen dimana sepanjang 2021, Pemerintah meresmikan tiga ruas jalan tol di wilayah tersebut, yaitu Cengkareng-Kunciran, Kunciran-Serpong, dan Serpong-Pamulang.

Program vaksinasi nasional yang diselenggarakan pemerintah membantu meningkatkan optimisme konsumen properti. Sebanyak 63 persen responden Rumah.com Consumer Sentiment Survey H2 2021 merasa lebih aman saat melakukan survei langsung hunian idaman mereka jika sudah divaksin. Vaksinasi membuat masyarakat merasa lebih aman saat melakukan kontak erat dengan orang lain.

Tren pencarian properti

Marine menjelaskan bahwa sepanjang 2021 tren pencarian properti di Rumah.com menunjukkan antusiasme yang meningkat. Secara tahunan, pencarian properti dari Januari hingga Oktober 2021 meningkat sebesar 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pencarian properti di Banten pada kuartal ketiga 2021 naik sebesar 6 persen pada kuartal ketiga tahun ini dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara tahunan, pencarian properti di Banten naik sebesar 16 persen.

Area yang paling banyak dicari di wilayah Banten adalah Tangerang Selatan dimana terjadi peningkatan pencarian sebesar 21,84 persen (quarter-to-quarter) dan 36,35% (year-on-year). Pencari properti juga meminati wilayah Kabupaten Tangerang, dengan peningkatan sebesar 6,72 persen (quarter-to-quarter) dan 9 persen (year-on-year).

Sedangkan di wilayah DKI Jakarta, pencarian properti di Jakarta Utara masih positif, dengan kenaikan pencarian sebesar 4,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, pencarian properti di Jakarta Pusat juga meningkat pada kuartal ketiga 2021 dengan peningkatan pencarian sebesar 2,79 persen secara kuartalan.

“Kenaikan pencarian properti di kawasan Jakarta Pusat dan Utara, yang merupakan salah satu kawasan dengan harga properti tertinggi, menunjukkan kembalinya minat pencari properti di pusat kota. Bangkitnya minat konsumen terhadap properti kelas menengah atas juga ditunjukkan lewat harga properti yang dicari. Jika digabungkan, besarnya jumlah pencari hunian di kisaran harga di atas Rp1 miliar mencapai 52 persen dari total pencari rumah di Rumah.com,” kata Marine.

Kesimpulan

Marine menyimpulkan bahwa Rumah.com Indonesia Property Market Index mengindikasikan bahwa tren harga properti akan berangsur normal dan akan meningkat pada setiap kuartal di 2022. Hal ini dapat terjadi dengan catatan bahwa Pemerintah mampu menjaga situasi ekonomi tetap kondusif, serta melanjutkan kebijakan terkait properti dan ekonomi seperti restrukturisasi kredit, relaksasi LTV, dan terutama penurunan suku bunga.

Bagi pencari properti, tahun 2022 secara umum masih akan menjadi ‘buyer’s market’. Pembeli akan disuguhi beragam pilihan properti terbaru dengan tawaran promo, diskon, dan hadiah. Suku bunga KPR juga masih rendah. Namun hal ini tidak akan bertahan lama karena penjual semakin berani untuk meningkatkan harga properti secara berkala. Selain itu, Pemerintah juga belum memberi kejelasan seputar stimulus yang saat ini diberlakukan. Pencari properti yang telah siap secara ekonomi didorong untuk mengambil keputusan pembelian secepatnya.

Sementara bagi para penjual, program vaksinasi nasional yang digencarkan Pemerintah membuat konsumen lebih berani untuk berkunjung langsung ke lokasi properti. Karena itu, ketersediaan show unit bisa membantu penjual meyakinkan pembeli untuk mengambil keputusan. Minat konsumen sendiri masih bersifat ‘value for money’. Mereka tidak mempermasalahkan rumah yang agak jauh dari pusat kota asal ditunjang oleh fasilitas umum lengkap dan transportasi umum yang baik.

Pengembang sebaiknya mempertimbangkan desain rumah yang lebih modern, menerapkan sistem cross-ventilation dan penggunaan jendela yang lebar. Desain ini bersifat ramah lingkungan karena membantu penghematan energi listrik dan menjadi salah satu faktor yang diminati pembeli. Pengembang juga harus melihat bahwa konsumen tidak lagi hanya mencari hunian yang memiliki akses jalan tol ataupun transportasi publik. Fasilitas umum di sekitar properti juga menjadi pertimbangan utama konsumen dalam memilih hunian.

Diskusi Panel ini juga diikuti perwakilan pengembang yaitu Alim Gunadi, Managing Director Strategic Business & Services, PT Sinar Mas Land yang menyampaikan tentang bagaimana perusahaan beradaptasi dan bertransformasi selama pandemi. Perusahaan mengubah strategi komunikasi dari sebelumnya secara offline menjadi lebih fokus pada online, salah satunya adalah dengan menghadirkan e-catalogue sebagai platform pemasaran proyek properti milik Sinar Mas Land di seluruh Indonesia.

Perusahaan juga berkolaborasi dengan beberapa e-commerce di Indonesia untuk meningkatkan interaksi langsung dengan calon konsumen khususnya generasi Milenial dan Gen Z. Adanya pembangunan infrastruktur yang sedang gencar dilakukan Pemerintah membantu para pengembang melakukan ekspansi pembangunan proyek huniannya.

Proyeksi industri properti di tahun 2022 masih akan tumbuh jika didukung oleh insentif Pemerintah. Selain itu pengembang juga harus melakukan inovasi dan menciptakan pasar serta harus mencermati pembangunan infrastruktur sebagai hal yang penting.

Sementara Suteja Sidarta Darmono, Presiden Direktur PT Jababeka, Tbk. memaparkan tentang bagaimana perkembangan infrastruktur di Koridor Timur membantu proyek-proyek properti yang ada, peluang industri properti di wilayah Cikarang dan sekitarnya serta review pasar properti 2021 dan proyeksi industri properti di tahun 2022 menurut Jababeka.

Sedangkan Fauzan Zamahsyarie, Housing Finance Center Specialist PT Bank Tabungan Negara, Tbk. menjelaskan bahwa berdasarkan riset McKinsey & Company, Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat keyakinan tertinggi untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi. Mayoritas responden meyakini ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih kuat setelah pandemi.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang pandemi ditopang oleh beberapa sektor, salah satunya adalah real estate yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan terus mencatatkan pertumbuhan yang positif. Pemerintah sangat fokus dalam pengembangan sektor perumahan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dengan memberikan berbagai stimulus untuk mempermudah kepemilikan rumah.

Menurut Marine, diskusi yang melibatkan segenap stakeholder industri properti harus terus dilakukan. Sektor properti harus melakukan adaptasi dan inovasi agar industri bisa lebih cepat pulih di tahun 2022 mendatang mengingat sektor properti cukup penting bagi pemulihan ekonomi nasional, dimana industri properti memiliki multiplier effect terhadap 174 sektor lainnya dan 350 jenis industri terkait skala kecil, sekaligus juga menyerap lebih dari 30 juta tenaga kerja.

----- selesai -----

Tentang Rumah.com

Rumah.com adalah portal properti terdepan di Indonesia yang melayani lebih dari enam juta pencari rumah dan 600.000 listing properti aktif setiap bulannyaRumah.com membantu pencari rumah untuk membuat keputusan terkait properti dengan percaya diri dengan menghadirkan beragam pilihan yang sesuai, insight yang mendalam, dan solusi berbasis teknologi. Rumah.com menjadi pemuka pemikiran terpercaya bagi industri di mana analisis properti triwulanan dan data sentimen konsumen yang dihadirkannya menjadi rujukan tetap bagi lembaga keuangan dan pemerintah. Rumah.com adalah bagian dari PropertyGuru Group, perusahaan teknologi properti terdepan di Asia Tenggara.

Tentang PropertyGuru Group

PropertyGuru Group adalah perusahaan teknologi properti terdepan di Asia Tenggara yang menjadi pilihan bagi 35 juta pencari properti untuk menemukan rumah idaman setiap bulannya. PropertyGuru bersama dengan perusahaan di dalam grupnya, memberikan pencari properti pilihan terbanyak yang terdiri dari 2,8 juta rumah, insight yang mendalam, dan solusi yang memungkinkan mereka untuk membuat keputusan terkait properti dengan percaya diri bagi pengguna di Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Vietnam.

PropertyGuru.com.sg pada awalnya diluncurkan di Singapura pada tahun 2007 dan merevolusi pasar properti dengan membawanya ke dunia online sehingga proses pencarian properti menjadi lebih transparan bagi pencari hunian. Dalam waktu satu dekade, PropertyGuru Group telah tumbuh dari kekuatan besar dalam media properti di kawasan Asia Tenggara menjadi perusahaan teknologi dengan pertumbuhan yang pesat dengan portfolio antara lain: portal properti no. 1 di negara-negara utamanya, aplikasi mobile yang award-winning, platform penjualan untuk developer yang terbaik di kelasnya yaitu FastKey, serta menjadi penyelenggara berbagai event dan program seperti Awards, event-event, dan publikasi properti di Asia.

Untuk informasi lebih lengkap kunjungi www.Rumah.com;

https://www.linkedin.com/company/rumah-com

Untuk informasi media lebih lanjut bisa menghubungi:

mediaenquiry@rumah.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel