Stalking adalah Aktivitas Memantau, Ketahui Contoh dan Penyebabnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Stalking adalah kata yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari masa kini. Misalnya, kamu mengatakan pada temanmu, bahwa kamu sedang 'stalking' media sosial si A. Artinya kamu sedang melihat profil media sosial si A dengan seksama.

Pengguaan istilah stalking adalah hal yang umum dalam percakapan sehari-hari terutama bagi kaum muda. Di media sosial, aktivitas stalking adalah hal yang cukup umum. Sebutan di internet tentang stalking adalah cyberstalking.

Terlepas dari istilahnya yang sering digunakan dalam media sosial, stalking adalah istilah yang umum untuk aktivitas penguntitan yang tidak diinginkan. Terkadang, orang bisa merasa terganggu jika merasa di-stalking. Bahkan dalam konteks tertentu, stalking adalah kejahatan yang serius dan berbahaya.

Memahami konteks arti stalking adalah bagian penting ketika berkomunikasi sehari-hari. Berikut pengertian stalking, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis(18/11/2021).

Apa itu stalking?

Ilustrasi Stalking Media Sosial Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Stalking Media Sosial Credit: pexels.com/pixabay

Secara umum stalking adalah pemantauan yang tidak diinginkan oleh individu atau kelompok terhadap orang lain. Sebutan lain dari stalking adalah menguntit. Menurut Cambridge Dictonary, stalking adalah kejahatan ilegal yang dilakukan dengan mengikuti atau mengawasi seseorang dalam periode waktu tertentu.

Stalking berasal dari kata kerja stalk. Melansir Vocabulary, kata kerja stalk atau menguntit berarti mengejar dengan hati-hati, dan sering kali secara sembunyi-sembunyi. Awalnya stalking adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pemburu yang mengikuti mangsanya dan menunggu saat yang tepat untuk menyerang.

Dalam penggunaan sehari-hari yang lebih baru, stalking mengacu pada tindakan mengejar seseorang, seringkali karena memiliki obsesi yang tidak sehat dengan mereka. Istilah stalking sering digunakan di media sosial untuk memantau aktivitas akun seseorang.

Stalking di media sosial

Ilustrasi Men-stalking di Media Sosial Credit: pexels.com/Lisa
Ilustrasi Men-stalking di Media Sosial Credit: pexels.com/Lisa

Stalking adalah istilah yang saat ini umum digunakan di media sosial. Orang yang melakukan stalking disebut stalker. Stalking di media sosial merupakan tindakan menggunakan platform media sosial untuk mendapatkan informasi tentang orang lain, biasanya tanpa sepengetahuan mereka atau dengan persetujuan eksplisit.

Stalking di internet juga disebut dengan cyberstalking. Cyberstalking adalah penggunaan internet atau sarana elektronik lainnya untuk menguntit individu, kelompok, atau organisasi. Stalker mungkin orang asing online atau orang yang dikenal target. Stalker mungkin anonim dan meminta keterlibatan orang lain secara online yang bahkan tidak mengetahui targetnya.

Contohnya men-stalking mantan untuk melihat apakah dia berkencan dengan seseorang atau tidak. Aktivitas ini mungkin bisa membayar rasa penasaran, tetapi itu tidak bijaksana dan ilegal.

Stalking dalam kehidupan sehari-hari

Ilustrasi stalking (Sumber Pexels)
Ilustrasi stalking (Sumber Pexels)

Melansir Verywellmind, sekitar 8% wanita dan 2% pria pernah di-stalking di beberapa titik dalam hidup mereka. Stalking adalah kegiatan bisa membuat seseorang merasa tidak nyaan. Seseorang yang menguntit mungkin mengenal korbannya secara dekat, seperti pada mantan pasangan atau orang yang dicintai, atau hampir tidak sama sekali, seperti pada selebritas yang belum pernah mereka temui.

Stalking tak hanya berupa memantau sosial media. Sejumlah aktivitas juga bisa disebut sebagai stalking. Berikut contoh dari aktivitas stalking:

Contoh aktivitas stalking

Ilustrasi stalking (Sumber Pexels)
Ilustrasi stalking (Sumber Pexels)

Menelepon, Mengirim SMS, atau Mengirim Email

Satu orang dapat menghubungi orang lain, meskipun tidak dibalas dan tidak apa-apa. Namun, jika seseorang menghubungi berukang kali pada seseorang yang sudah menyatakan bahwa mereka tidak ingin berbicara dengan orang tersebut, hal ini bisa disebut dengan stalking.

Mengikuti secara langsung

Ketika ada orang yang mengikutimu dari satu tempat ke tempat lain tanpa persetujuanmu, itu adalah men-stalking. Tidak masalah tempat mana—itu adalah penguntitan jika seseorang mengikutimu pulang dari kantor, ke rumah teman, atau ke mana pun. Jika seseorang memantau atau melacak pergerakan dan/atau lokasimu, itu juga berarti men-stalking.

Berkeliaran di sekitarmu

Ini adalah tindakan berkeliaran di suatu tempat, dan dapat dianggap stalking jika seseorang melakukannya hanya karena kamu ada di sana. Seseorang tidak perlu mencoba berkomunikasi denganmu, untuk disebut stalker. Perilaku ini rumit, karena orang yang stalking dapat mengklaim bahwa mereka memiliki alasan untuk berada di suatu tempat padahal sebenarnya tidak.

Contoh aktivitas stalking

Ilustrasi stalking (Sumber Pexels)
Ilustrasi stalking (Sumber Pexels)

Komunikasi melalui orang lain

Stalker mungkin menemukan mereka terhalang dari kemampuan untuk berkomunikasi. Dalam hal ini, mereka mungkin mencoba berkomunikasi dengan keluarga atau teman melalui telepon, SMS, email, atau secara langsung.

Perusakan

Stalker yang menguntit dapat merusak rumah seseorang atau properti lainnya. Hal ini dapat dilakukan dengan maksud untuk menyakiti, atau untuk mendapatkan perhatian korban. Jika kamu telah memberi tahu seseorang bahwa tidak ingin berbicara dengannya, dan tanggapan mereka adalah merusak properti, itu adalah stalking.

Ancaman

Seseorang yang menguntit mungkin memberi tahu korbannya bahwa mereka akan melakukan sesuatu yang berbahaya bagi korban kecuali jika mereka mau terlibat dengan mereka. Setiap tindakan mengancam orang lain atau membuat mereka merasa tidak aman atau dilecehkan merupakan tindakan stalking.

Penyebab orang melakukan stalking

Ilustrasi Menggunakan Media Sosial Credit: freepik.com
Ilustrasi Menggunakan Media Sosial Credit: freepik.com

Melansir Verywellmind, ada beberapa alasan mengapa seseorang mungkin menguntit orang lain. Alasan dari orang yang stalking adalah:

Penolakan

Jika seseorang telah ditolak secara romantis, mereka mungkin merasa sulit untuk melupakannya, sampai-sampai mereka menguntit seorang korban untuk memenangkannya kembali. Mereka juga mungkin akan membalas dendam pada orang yang menolak mereka, dan men-stalking mereka dengan harapan menakut-nakuti atau menyakiti mereka sebagai balasan.

Fantasi

Ketika seseorang menguntit seseorang yang belum pernah mereka temui, mereka mungkin mencoba membuat orang itu melihat dan memvalidasinya, dengan harapan korban penguntitan akan tertarik padanya. Alasan menguntit ini juga dapat dikaitkan dengan delusi.

Ketidakmampuan

Seseorang yang men-stalking mungkin akan benar-benar terkejut bahwa perilaku mereka adalah menguntit jika mereka kesulitan memahami isyarat sosial dan norma-norma sosial. Ketika ini adalah penyebab penguntitan, mereka mungkin sangat terkejut mengetahui bahwa mereka menyebabkan kerugian pada korban.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel