Standar Deviasi adalah Ukuran Sebaran Statistik, Ketahui Rumus dan Cara Menghitungnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Standar deviasi adalah salah satu rumus yang cukup sering digunakan dalam perhitungan statistik. Penghitungan standar deviasi ini digunakan sebagai indikator seberapa jauh data statitstik menyimpang.

Standar deviasi adalah nilai statistik yang digunakan untuk menentukan seberapa dekat data dari sampel statistik dengan data rata-rata data tersebut. Semakin rendah nilai standar deviasi, maka semakin mendekati rata-rata, sedangkan jika nilai standar deviasi semakin tinggi, artinya semakin lebar rentang variasi datanya. Rumus standar deviasi pertama kali diperkenalkan oleh Karl Pearson pada tahun 1894. Sebagai ukuran besarnya perbedaan dari nilai sampel terhadap rata-rata, rumus standar deviasi dipakai untuk mengetahui apakah sampel data bisa mewakili seluruh populasi.

Standar deviasi adalah sebuah rumus yang kerap dimanfaatkan para ahli statistika untuk mengetahui apakah sampel data bisa mewakili seluruh populasi. Ada banyak kegunaan standar deviasi, seperti memberikan gambaran tentang persebaran data terhadap data rata-rata.

Tak hanya itu, standar deviasi juga dapat memberikan gambaran nilai ketidakpastian saat melakukan pengukuran berulang. Sehingga, rumus ini bisa mempermudah seseorang ketika melakukan sebuah penelitian. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (29/9/2021) tentang standar deviasi adalah.

Mengenal Standar Deviasi dan Rumusnya

Rumus standar deviasi. (Sumber: Merdeka.com/biofar.id)
Rumus standar deviasi. (Sumber: Merdeka.com/biofar.id)

Standar deviasi adalah rumus dalam statistika yang dapat digunakan untuk mendapatkan data dari suatu populasi. Dengan standar deviasi, seseorang dapat memberi gambaran kualitas data sampel yang diperolehnya. Standar deviasi adalah istilah yang biasa juga disebut simpangan baku, dan disimbolkan dengan alfabet Yunani sigma σ atau huruf latin S.

Cara menghitung standar deviasi adalah, pertama-tama hitung nilai rata-rata dari semua titik data. Rata-rata sama dengan jumlah dari semua nilai dalam kumpulan data, kemudian dibagi dengan jumlah total titik data tersebut.

Setelah itu, hitung penyimpangan pada setiap titik data dengan cara mengurangkan nilai dari nilai rata-rata. Deviasi dari setiap titik ini kemudian dikuadratkan dan dicari penyimpangan kuadrat individu rata-rata. Setelah itu nilai yang dihasilkan disebut sebagai varians. Sementara standar deviasi adalah akar kuadrat dari varians.

Dalam pembentukan rumus, standar deviasi didasarkan pada rumus variansi. Hal ini disebabkan karena standar deviasi adalah akar kuadrat dari variansi. Dalam mencari variansi, selisih dari tiap elemen data dengan mean data dihitung.

Dalam rumus ini, variansi dibagi menjadi dua, yaitu variansi sampel (S2) dan variansi populer (σ2). Hal ini juga berlaku dalam standar deviasi, yang merupakan akar kuadrat variansi. Sehingga, standar deviasi juga turut dibedakan menjadi dua, standar deviasi sampel (S) dan standar deviasi populasi (o).

Cara Menghitung Standar Deviasi dengan Kalkulator

Ilustrasi kalkulator (Wikimedia Commons)
Ilustrasi kalkulator (Wikimedia Commons)

Cara menghitung standar deviasi bisa dilakukan dengan kalkulator. Tentu saja, kalkulator yang bisa digunakan untuk cara menghitung standar deviasi adalah kalkulator sains.

Berikut cara menghitung standar deviasi adalah menggunakan alat bantu kalkulator:

1. Langkah pertama, buka kalkulator dan klik tombol Mode yang ada di ujung kanan atas.

2. Setelah itu, pilih mode statistik dan tekan tombol nomor 1 (VAR-1).

3. Masukkan data yang ingin dihitung dengan memasukkan angka, tekan tombol sama dengan, masukkan angka lagi, dan begitu seterusnya.

4. Tekan tombol AC.

5. Setelah itu, tekan tombol SHIFT.

6. Untuk mengetahui hasil akhir, tekan tombol 1 (STAT), 4 (VAR), (σ x). Kemudian tekan tombol sama dengan.

Cara Menghitung Standar Deviasi dengan Excel

Excel - commons.wikimedia.org
Excel - commons.wikimedia.org

Cara menghitung standar deviasi bisa dilakukan dengan Microsoft Excel, dengan begitu kamu membautuhkan komputer atau laptop yang sudah terinstal software aplikasi tersebut.

Di Excel, rumus atau formula menghitung standar deviasi adalah STDEV, ketik:

= STDEV (number1, number2,…)

Number1, number2, … adalah 1-255 argumen yang sesuai dengan sampel populasi. Dapat juga cara menghitung standar deviasi menggunakan array tunggal atau referensi ke array, bukan argumen yang dipisahkan oleh koma.

Keterangan:

1. STDEV mengasumsikan bahwa argumen adalah contoh dari populasi. Jika data anda mewakili seluruh populasi, untuk menghitung deviasi standar menggunakan STDEVP.

2. Cara menghitung standar deviasi menggunakan metode “n-1”.

3. Argumen dapat berupa nomor atau nama, array, atau referensi yang mengandung angka.

4. Nilai-nilai logis dan representasi teks dari nomor yang Anda ketik langsung ke daftar argumen akan dihitung.

5. Jika argumen adalah sebuah array atau referensi, hanya nomor/angka dalam array atau referensi yang akan dihitung.

6. Sel kosong, nilai-nilai logis, teks, atau nilai-nilai kesalahan dalam array atau referensi akan diabaikan.

7. Argumen yang kesalahan nilai atau teks yang tidak dapat diterjemahkan ke dalam nomor atau angka akan menyebabkan kesalahan.

8. Jika ingin memasukkan nilai-nilai logis dan representasi teks angka dalam referensi sebagai bagian dari perhitungan, gunakan fungsi STDEVA.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel