Start Up Lokal Pouch Siap Serbu Filipina  

TEMPO.CO, Jakarta - Melalui sokongan inkubator dan program mentoring, start up Indonesia masih tumbuh dengan marak. Jakarta Founder Institute (JKFI), program pendidikan dan pembinaan technopreneur yang berbasis di Silicon Valley, Amerika Serikat misalnya, memperkenalkan tiga perusahaan start up baru yang didirikan oleh para lulusannya.

"Pada periode kedua, terdapat enam peserta yang dinyatakan lulus dan menghasilkan tiga produk bersama, yaitu Pouch, Eloku, dan Ticbox," ujar Andy Zain, Director Jakarta Founder Institute, dalam media briefing di Marquee, The Plaza Office, Selasa, 27 November 2012.

Di antara ketiga start up ini, Pouch merupakan yang paling dulu telah beroperasi, yaitu sejak September lalu.

Pouch merupakan aplikasi yang mengintegrasikan pemasaran dan loyalty program di Indonesia. Dengan aplikasi ini, ketika bertransaksi dengan merchant yang tergabung dalam Pouch, pengguna dapat mengumpulkan stamp yang bisa ditukar dengan produk gratis atau penawaran khusus dari merchant tersebut. Stamp tersebut didapat dengan cara memindai QR code melalui aplikasi gratis di smartphone BlackBerry dan Android milik pengguna. Bulan depan, aplikasi versi iOS juga ditargetkan untuk meluncur.

"Saat ini telah ada 48 merchant yang bergabung di Pouch," ujar Tami Abadi, salah seorang pendiri Pouch. Pada akhir tahun, ia optimistis jumlah merchant yang tergabung bisa menembus angka 100 merek, terutama dengan kerja sama dengan Central Park Mall Jakarta.

Tidak hanya di Indonesia, Pouch juga siap untuk segera menyerbu pasar luar negeri. "Saat ini yang sudah pasti adalah Filipina," ujar Tami. Tidak hanya dalam sektor food and beverage, ke depan, Pouch akan diperluas dalam enam sektor lain meliputi hospitality, petrol, retail, transportasi publik, dan turisme.

Selain Pouch, terdapat dua start up lain karya lulusan JKFI yang saat ini tengah dalam persiapan untuk meluncur ke publik, yaitu Eloku dan Ticbox.

Eloku merupakan solusi bagi operator logistik atau perusahaan jasa pengiriman untuk melacak keberadaan barang yang tengah dikirimkan. "Solusi ini terutama ditargetkan untuk perusahaan kecil dan menegah yang ingin memiliki layanan ini, namun terkendala investasi yang besar," ujar Didi Setiadi, pendiri dan CEO Eloku.

Ticbox merupakan perangkat survei online bagi surveyor retail, korporasi, atau bahkan mahasiswa yang membutuhkan responden dari Indonesia yang kredibel. "Karena kami melihat bahwa survei dari lembaga riset bisa sangat mahal, sementara layanan lain seperti ini tidak memiliki basis responden Indonesia," ujar Firman Agustian, Chief Technical Officer Ticbox. Ia juga menjelaskan saat ini jumlah responden yang dimiliki Ticbox sebanyak seribu orang dan akan dirotasi secara rutin.

Eloku ditargetkan dapat mulai beroperasi secara komersial pada Januari tahun depan, sementara Ticbox pada Februari 2013.

RATNANING ASIH

Terpopuler:

Misteri Otak Saat Koma Mulai Terkuak

Nenek Moyang Kopi Indonesia Nyaris Punah

Ultrabook Merangkap Tablet

Efek Bulan Purnama Cuma Mitos

Ada ''Pac Man'' di Bulan Saturnus

Morotai Terpilih Sebagai Bandar Antariksa

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.