Startup Great Edu terus dorong mahasiswa siap masuki dunia kerja

Perusahaan rintisan (startup) yang bergerak di bidang pendidikan berbasis digital PT Greatedu Global Mahardika (Great Edu) terus mendorong mahasiswa untuk lebih siap memasuki dunia kerja.

Kali ini Great Edu berkolaborasi dengan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta mendukung Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diinisiasi pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia.

Program MBKM bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Kampus Merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambil.

"Kerja sama ini juga akan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengalaman mahasiswa di kampus. UKDW menjadi satu dari sekian banyak perguruan tinggi yang sudah bekerja sama dengan kami," kata Chief Executive Officer (CEO) Ade Irma Setya Negara dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Sebelumnya, Great Edu telah berkolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi. Mereka adalah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten dan Universitas Negeri Jakarta. Selain itu, Universitas Prof Buya Hamka, Jakarta dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teknologi Sumbawa (FEB UTS), Nusa Tenggara Barat (NTB).

Substansi kolaborasi dengan perguruan tinggi mencakup beberapa kegiatan, seperti Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka di bidang penelitian, studi independen, dan program magang.

Di Kampus Merdeka, ada program Studi Independen Bersertifikat yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas, namun tetap diakui sebagai bagian dari perkuliahan.

Program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa yang ingin membekali diri dalam dunia industri dengan menguasai kompetensi yang sesuai. Dalam hal itu yang dipelajari mencakup, pertama, mempelajari kompetensi yang spesifik, praktis, dan dibutuhkan pada masa mendatang.

Kedua, berinteraksi dengan para pakar untuk memahami penerapannya. Ketiga, mempraktekkan kompetensi tersebut dalam sebuah proyek riil. Selain itu, mahasiswa juga bisa berkreativitas tanpa batas dengan adanya pengalaman mengimplementasikan ilmu yang sesuai standar industri.

Baca juga: Startup fintech IDN jaring segmen institusi pendidikan
Baca juga: ITB-Tshinghua segera wujudkan Taman Teknologi Pulau Penyu
Baca juga: Menkominfo sebut perusahaan rintisan berbasis pendidikan tambah unicorn Indonesia