Startup kuliner Mangkokku raih pendanaan Seri A Rp101 miliar

Perusahaan rintisan kuliner asal Indonesia, Mangkokku mengumumkan pendanaan Seri A sebesar 7 juta dolar AS (setara Rp101 Miliar) yang dipimpin oleh Alpha JWC Ventures dan EMTEK, dengan partisipasi dari Cakra Ventures.

Didirikan oleh chef Arnold Poernomo dan pengusaha kuliner Randy Kartadinata, Gibran Rakabuming, dan Kaesang Pangarep, Mangkokku adalah perusahaan rintisan kuliner yang menawarkan hidangan kualitas chef profesional dalam bentuk rice bowl yang dapat dinikmati dan diakses oleh semua orang.

Pada 2020 lalu, Mangkokku mendapatkan pendanaan awal dari Alpha JWC Ventures. Sejak itu, penjualan Mangkokku telah tumbuh 6x lipat.

Saat ini, Mangkokku mengoperasikan 50 cabang di wilayah Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Malang, Semarang dan Solo. Dengan puluhan menu permanen dan musiman, Mangkokku menyajikan lebih dari 4 juta mangkuk setiap tahunnya melalui pemesanan daring dan luring.

Rencana pascapandemi

Meski pandemi, Mangkokku berhasil membangun bisnis yang berkelanjutan dan tumbuh secara sehat, dan kini, Mangkokku siap melebarkan sayapnya lebih jauh lagi.

Pertama, Mangkokku mulai menyambut kembali pelanggan ke restoran yang makan di tempat. Mangkokku baru saja meluncurkan gerai flagship di Mall Sarinah dengan konsep modern, cozy dan menu makan di tempat yang istimewa.

Dalam beberapa bulan ke depan, Mangkokku akan membuka lebih banyak restoran dine-in sambil terus menambah gerai cloud kitchen ke kota-kota baru.

Kedua, untuk meningkatkan pengalaman dan kenyamanan berbelanja, Mangkokku akan meluncurkan aplikasinya pada akhir tahun ini. Aplikasi ini nantinya akan menyediakan layanan pesan antar, ambil sendiri, program loyalitas, serta promosi khusus.

Selain itu, Mangkokku juga menargetkan untuk membuka outlet ke-100nya tahun ini serta 100 gerai lagi di 2023.

“Kami ingin melayani lebih banyak pelanggan dan memberikan pengalaman kuliner yang terbaik. Kami akan memperluas kehadiran online dan offline Mangkokku, membuka restoran flagship di lokasi-lokasi strategis, meluncurkan aplikasi, dan yang terpenting, terus mengeluarkan hidangan-hidangan lezat bagi masyarakat. Kami ingin Mangkokku menjadi perusahaan New Retail terbaik di Indonesia,” kata Co-Founder dan CEO Mangkokku, Randy Kartadinata, dalam keterangan resmi, Senin.

“Sebagai sebuah startup, Mangkokku telah berhasil tumbuh dengan sehat dan pesat meski harus menghadapi tantangan selama pandemi. Kami sangat bangga dengan pencapaian ini yang tidak mudah dicapai oleh kebanyakan startup. Dengan strategi yang disiplin, komitmen pada pelanggan, perhatian pada detail, dan operasional terbaik, Mangkokku akan menjadi bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang.”

Tak berhenti di ekspansi toko, Mangkokku memiliki mimpi besar menjadi perusahaan kuliner dengan produk kuliner serta ekosistem yang lengkap dan membawa kuliner lokal Indonesia ke panggung dunia. Untuk ini, Mangkokku meluncurkan holding company-nya: Nusantara Culinary Group.

“Ricebowl adalah titik awal kami dan sekarang kami siap untuk mengambil langkah selanjutnya. Di bawah naungan holding company Nusantara Culinary Group, kami akan menghadirkan lebih banyak hidangan lezat dari dapur kami. Kami mulai dengan minuman dan sambal kemasan dan akan meluncurkan jenis hidangan lainnya tahun ini dan seterusnya untuk menjadi solusi kuliner end-to-end bagi pelanggan kami,” tambah Randy.

“Masakan Indonesia sangat kaya dan saya percaya semua orang harus memiliki kesempatan untuk mencicipi dan menikmatinya. Misi besar kami adalah untuk menyebarkan kelezatan Indonesia melalui eksplorasi kreasi F&B tanpa batas. Nusantara Group akan membawa makanan Indonesia menjadi kuliner yang mendunia.”

Baca juga: Mangkokku bagikan Bitcoin lewat menu "Paket Cuan"

Baca juga: Mangkokku hadirkan menu spesial, gandeng Chef Jesselyn Lawreen

Baca juga: Chef Arnold ungkap kunci kesuksesan di industri kuliner

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel