Startup McEasy dapat pendanaan putaran awal 1,5 juta dolar AS

·Bacaan 2 menit

Startup manajemen dan pelacakan logistik McEasy mendapatkan pendanaan putaran awal senilai 1,5 juta dolar AS atau setara sekitar Rp22 miliar dari East Ventures.

McEasy yang menyediakan solusi digital berbasis Software-as-a-Service (SaaS) ini hadir dengan menawarkan dua solusi inovatif untuk permasalahan industri logistik di Indonesia, yaitu Vehicle Smart Management System (VSMS), Transportation Management System (TMS), dan Smart Driver Apps.

"Dengan infrastruktur manajemen logistik yang lebih canggih, kami berupaya untuk menjawab permasalahan lama yang telah terjadi selama bertahun-tahun di Indonesia, terutama kurangnya integrasi antara pihak-pihak yang terlibat di rantai pasok," kata Co-founder McEasy Raymond Sutjiono, dalam pernyataan pers, dikutip Selasa.

Baca juga: Kemenkominfo yakin milenial NTT mampu ciptakan "startup" digital baru

Baca juga: Startup Jepang ciptakan masker cerdas terkoneksi internet

Selama ini, katanya, sistem operasional kebanyakan masih menggunakan cara-cara manual dengan administrasi yang rumit. "McEasy ingin membawa angin perubahan digitalisasi agar proses rantai pasok bisa berjalan secara otomatis, lebih mudah dan lebih efisien, untuk semua pihak yang terlibat."

VSMS merupakan solusi digital untuk membantu operasional logistik dan pelacakan lokasi kendaraan secara real-time. Sementara itu, TMS merupakan perangkat lunak cerdas untuk perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan optimisasi proses pengiriman barang secara terpadu untuk menjadikan keseluruhan proses lebih efisien.

Melalui TMS pelanggan McEasy dapat melacak posisi kendaraan dan seluruh biaya operasional secara transparan, tanpa perlu repot untuk memeriksanya secara manual. McEasy pun menggunakan model bisnis berbasis langganan (subscription) dan menawarkan kustomisasi solusi, untuk disesuaikan dengan skala bisnis pelanggan, seperti third-party logistics (3PL), fourth-party logistics (4PL), distributor, atau perusahaan brand.

Sejak adanya regulasi pemerintah yang mewajibkan angkutan umum orang untuk memasang alat pemantau pergerakan kendaraan elektronik atau Global Positioning System (GPS), banyak perusahaan transportasi umum seperti bis yang membutuhkan integrasi sistem GPS dalam dashboard VSMS McEasy.

McEasy memfasilitasi sentralisasi GPS dengan vendor-vendor yang awalnya berdiri terpisah, agar semuanya terintegrasi melalui API (application programming interface). Bekerja sama sejak 2020, 50 karyawan MGM Bosco kini sudah menggunakan sistem TMS McEasy dan 700 armada daratnya sudah dilengkapi dengan sensor temperatur.

Saat ini, McEasy telah melayani pelanggan di area Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, serta Sulawesi. Pada tahun 2022, perusahaan rintisan ini mematok target pertumbuhan minimal 4x lipat dari tahun 2021.

Baca juga: Startup pelacakan armada logistik McEasy dapat suntikan Rp22 miliar

Baca juga: Cara Tokopedia tingkatkan kualitas manajemen

Baca juga: Startup Tukang.com rilis tiga fitur baru

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel