Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik akan Terus Meningkat Hingga 2030

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah sangat serius untuk mewujudkan komitmennya pada net zero emission (NZE) pada tahun 2060. Oleh karena itu pemerintah saat ini tengah menyusun roadmap untuk merealisasikan NZE yakni untuk menghadapi berbagai tantangan serta risiko pada perubahan iklim dunia di masa yang akan datang.

Untuk mencapai target tersebut pun salah satunya adalah transisi energi baru terbarukan (EBT) di mana transisi fosil ke listrik yang sudah diberlakukan di beberapa kendaraan yang ada di Indonesia.

Dilansir dari akun instagram resmi @indonesiabaik.id, Rabu (16/11) pertumbuhan tempat isi ulang daya listrik atau disebut stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) diproyeksikan akan terus meningkat hingga 2030.

Saat ini jumlah kendaraan listrik di Indonesia pada tahun 2022 sudah mencapai 22.671 unit, yakni untuk motor listrik sebanyak 19.689 unit, bus listrik 19.689 unit, mobil listrik 2.654 unit, pengangkut kecil listrik 6 unit dan kendaraan roda tiga listrik 270 unit.

Sementara, saat ini jumlah SPKLU yang tersedia di Indonesia semakin bertambah, hingga akhir Agustus 2022 sudah sebanyak 346 unit yang tersebar di 295 lokasi di seluruh Indonesia.

Berikut 3 skema yang digencar untuk infrastruktur pengisian daya untuk kendaraan listrik, diantaranya:

1. Stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU)
2. Sistem home charging
3. Stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU).

"Penyediaan infrastruktur ini merupakan bukti nyata keseriusan Indonesia dalam mewujudkan transisi menjuru energi berkelanjutan yang merupakan salah satu isu prioritas dalam Presidensi G20 Indonesia," tulis @indonesiabaik.id.

[azz]