Status Gunung Merapi Siaga, 4 Kabupaten Berpotensi Terkena Dampak

Bayu Nugraha, Cahyo Edi (Yogyakarta)
·Bacaan 2 menit

VIVAGunung Merapi dinaikkan statusnya dari waspada (level II) menjadi siaga (level III). Naiknya status Gunung Merapi menjadi siaga ini ditetapkan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada Kamis, 5 November 2020 sejak pukul 12.00 WIB.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, menyebut, dinaikkannya status Gunung Merapi ini berdasarkan peningkatan aktivitas yang terjadi belakangan. Karena peningkatan itu, kata Hanik, status Gunung Merapi pun dinaikkan.

"Aktivitas vulkanik saat ini dapat berlanjut ke erupsi yang membahayakan penduduk. Sehubungan dengan hal tersebut maka status aktivitas Gunung Merapi ditingkatkan dari waspada (level II) menjadi siaga (level III) berlaku mulai tanggal 5 November 2020 pukul 12.00 WIB," ujar Hanik.

Hanik menuturkan, ada empat kabupaten yang berada di dua provinsi yaitu DIY dan Jawa Tengah yang berpotensi terdampak Gunung Merapi. Keempat kabupaten ini adalah Kabupaten Sleman yang berada di DIY serta Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Klaten yang ada di Jawa Tengah.

Hanik merinci, untuk wilayah prakiraan daerah bahaya di Kabupaten Sleman, DIY meliputi wilayah Kapanewon (Kecamatan) Cangkringan, Kabupaten Sleman. Daerah ini meliputi Padukuhan Kalitengah Lor (Kalurahan Glagaharjo), Kaliadem (Kalurahan Kepuharjo), dan Pelemsari (Kalurahan Umbulharjo).

Sementara itu, untuk Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, prakiraan bahaya ada di Kecamatan Dukun. Meliputi Desa Ngargomulyo dengan Dusun Batur Ngisor, Gemer, Ngandong, serta Karanganyar. Untuk di Desa Krinjing meliputi Dusun Trayem, Pugeran, dan Trono. Selanjutnya, di Desa Paten meliputi Dusun Babadan 1 dan Babadan 2.

Hanik menambahkan, di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, prakiraan terdampak berada di tiga desa di Kecamatan Selo. Yaitu Desa Tlogolele yang meliputi Dusun Stabelan, Dusun Takeran, dan Dusun Belang. Di Desa Klakah meliputi Dusun Sumber, Bakalan, Bangunsari, serta Klakah Nduwur. Selanjutnya di Desa Jrakah Jarak, Sepi.

Sementara itu, di wilayah Klaten, prakiraan bahaya ada di Kecamatan Kemalang. Di antaranya meliputi wilayah Desa Tegal Mulyo yaitu di Dusun Pajekan, Canguk, dan Sumur. Di Desa Sidorejo yaitu di Dusun Petung, Kembangan, serta Deles. Terakhir di Desa Balerante meliputi Dusun Sambungrejo, Ngipiksari, dan Gondang.

Menurut Hanik, selain itu, BPPTKG mengeluarkan rekomendasi untuk aktivitas pertambangan pasir dan wisata. Hanik menyebut jika dua aktivitas yang berada di KRB III dihentikan sementara.

"Penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan. Pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Merapi," tutur Hanik. (art)

Baca juga: Merapi Siaga, Sri Sultan HBX: Masyarakat Sudah Hafal Tak Perlu Panik