Status Nurhidayat Haji Haris Tidak Jelas di PSM setelah Indisipliner di Timnas Indonesia

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Makassar - Caretaker pelatih PSM Makassar, Syamsuddin Batola, enggan berkomentar banyak soal kejelasan status Nurhidayat Haji Haris di skuad Juku Eja setelah dipulangkan oleh Shin Tae-yong, pelatih Timnas Indonesia, dari Dubai karena dinilai indisipliner.

Syamsuddin Batola, mantan bek PSM Makassar saat meraih trofi juara Liga Indonesia 1999/2000, itu hanya menyayangkan anak asuhnya di Piala Menpora 2021 tersebut melepaskan kesempatan memperkuat Timnas Indonesia senior di Kualifikasi Piala Dunia 2002 zona Asia.

Menurut Syamsuddin, Nurhidayat sejatinya adalah pemain bagus dan berbakat. Apalagi, PSM juga butuh tambahan pemain, selain striker, yang berposisi sebagai stoper dan bek kanan untuk bersaing di Liga 1 2021/2022.

"Dengan adanya kejadian ini, opsi terkait Nurhidayat perlu dibicarakan ulang," ujar Syamsuddin kepada awak media Makassar setelah sesi latihan PSM di Lapangan Bosowa Sport Centre, Sabtu (5/6/2021).

Seperti diketahui, di Piala Menpora 2021, Syamsuddin juga tidak memainkan Nurhidayat sebagai pemain utama timnya. Selain baru pulih dari cedera, Nurhidayat kalah bersaing dengan duet Erwin Gutawa dan Hasim Kipuw yang tampil bagus sebagai benteng kukuh di depan kiper Hilman Syah.

Selain Nurhidayat, Syamsuddin juga melempar sinyal dirinya tak berharap banyak lagi pada Zulham Zamrun yang sampai hari ketiga latihan masih absen tanpa alasan jelas. Apalagi, PSM Makassar sudah mendatangkan dua penyerang sayap yang lebih muda dan bertenaga dalam diri Ilham Udin Armayn dan Friska Womsiwor.

Tetap Berburu Pemain

CEO PSM, Munafri Arifuddin, mengungkapkan ada tiga aspek yang jadi fokus utama manajemen untuk membuat PSM lebih siap merealisasikan target di TSC 2016. (Bola.com/Abdi Satria)
CEO PSM, Munafri Arifuddin, mengungkapkan ada tiga aspek yang jadi fokus utama manajemen untuk membuat PSM lebih siap merealisasikan target di TSC 2016. (Bola.com/Abdi Satria)

Sebelumnya CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, mengungkapkan manajemen klub terus bergerilya demi mendatangkan pemain yang menjadi kebutuhan tim, dengan acuan penampilan Juku Eja di Piala Menpora 2021.

"Tunggu saja hingga dua pekan ke depan. Selain pemain, kami juga mendatangkan pelatih baru karena Syamsuddin Batola terkendala aturan lisensi kepelatihan," ujar Munafri.

Mengenai kebutuhan pemain asing, PSM masih memiliki tiga slot yang belum terisi. Sampai saat ini, Juku Eja masih mempertahankan Wiljan Pluim, gelandang asal Belanda yang berstatus kapten PSM di Liga 1 2019 dan 2020.

Sementara tiga pemain asing pada musim 2020, yaitu Hussein El Dor (Lebanon), Serif Hasic (Bosnia) dan Giancarlo Rodrigues (Brasil) tak lagi bersama tim. Begitupun dengan pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak.

Video