Stealthing Lepas Kondom Tak Seizin Pasangan Dicap Perkosaan di Inggris

·Bacaan 4 menit

Dua tahun yang lalu, Gemma (bukan nama sebenarnya) melakukan hubungan seksual dengan seorang pria yang melepaskan kondom tanpa sepengetahuan atau seizinnya.

Stealthing -- secara harfiah berarti `sembunyi-sembunyi, namun dalam hal ini istilah tersebut merujuk pada aksi melepas kondom secara non-konsensual - termasuk perkosaan di bawah undang-undang Inggris.

Couple with condom
Couple with condom

Meski begitu, hingga kini hanya ada satu kasus tuntutan hukum yang menang di pengadilan, dan itu terjadi pada 2019.

"Saya sama sekali tidak tahu tentang stealthing sampai itu terjadi kepada saya," kata Gemma kepada BBC Radio 1 Newsbeat.

"Saya baru menyadari apa yang telah dia lakukan setelah itu terjadi, dan saya merasa sangat kesal dan gelisah.

"Saya segera minum pil KB morning-after, tapi ketika di bulan berikutnya saya tidak menstruasi, saya segera melakukan tes kehamilan."

Gemma berkata, ketika tes menunjukkan dia hamil, dia sangat terkejut.

`Dia bilang, biaya aborsi sebesar £50`

"Saya marah, emosional, dan bingung. Saya mengirim pesan kepada pria tersebut, tapi dia tidak menganggap ini masalah besar dan berkata biaya aborsi hanya sekitar £50 [sekitar Rp1 jutaan] - tapi kejadian ini sangat mengubah hidup saya.

"Pada akhirnya saya memutuskan untuk mengakhiri kehamilan ini, tapi ini adalah keputusan yang sangat sulit - saya menyalahkan diri sendiri, karena saya sangat menginginkan bayi, tapi ini bukan keadaan yang tepat."

Gemma melaporkan pengalamannya ke polisi, tapi kasusnya tidak ditindaklanjuti.

"Saya melapor ke polisi karena saya diperkosa dan karena saya hamil karenanya."

Dia bilang, polisi kemudian berbicara dengan pria tersebut namun tidak ada cukup bukti dan karena ini "kata-kata saya melawan kata-kata pria itu, dan dia menyangkalnya."

mid shot picture of Arabella - the main character in I May Destroy You
`Stealthing` juga pernah dibahas dalam serial `I May Destry You` produksi BBC One

Isu serupa diungkap pada tahun lalu dalam drama seri produksi BBC One, I May Destroy You.

Di episode keempat, karakter utama serial ini, Arabella, melakukan hubungan seksual dengan seorang pria yang melepaskan kondom tanpa sepengetahuannya.

Seperti banyak perempuan lainnya, Arabella tak menyadari ini bentuk perkosaan sampai ia mendengarnya didiskusikan dalam sebuah podcast.

`Kita bicara tentang pemerkosaan`

Juru bicara badan amal Rape Crisis berkata, stealthing semakin sering didengarnya belakangan ini.

"Sulit menentukan alasannya, apakah karena ini semakin sering terjadi atau karena orang-orang mulai menyadari isu ini sehingga semakin terbuka membicarakannya," ujar Katie Russel dari lembaga tersebut.

Dia juga berkata penggunaan istilah `stealthing` tak membantu.

"Frasa ini relatif baru, dan terkadang membuat terminologi baru bisa membantu orang untuk mengetahui apa itu, tapi di sisi lain, juga bisa menyesatkan.

"Istilah ini seakan-akan mengecilkan dan membersihkan perilaku tersebut, karena pada akhirnya kita bicara tentang pemerkosaan.

"KIta harus merasa jelas bahwa ini adalah aksi melepaskan kondom secara non-konsensual, dan ini bukanlah aksi iseng atau nakal yang bisa dibiarkan begitu saja - ini sangat serius dan bisa berdampak buruk, masalah kesehatan dan kematian, bagi orang lain."

Tidak ada angka pasti kasus stealthing dari Rape Crisis maupun kepolisian Inggris, karena pelaporan kasus ini masuk ke ranah perkosaan. Namun polisi Inggris mengimbau korban untuk melaporkan bila insiden ini terjadi kepada mereka.

Edem Barbara Ntumy mengaku kejadian serupa pernah menimpanya.

"Saya berhubungan kasual dengan seseorang, dan saat berhubungan seksual dia melepaskan kondom tanpa izin saya. Saya langsung menegurnya pada saat itu, tapi dia menyangkal dan menjadi agresif, jadi saya memutuskan berhenti bicara dengannya," ujarnya kepada BBC Newsbeat.

"Saya tidak melaporkannya ke polisi karena saya merasa tidak akan mendapatkan hasil yang saya mau.

"Saya menyadari kasus-kasus perkosaan butuh waktu lama untuk bisa diinvestigasi, dan semua perangkat Anda akan disita dan butuh waktu lebih lama lagi untuk menyelesaikan kasus. Saya tidak ingin menjalaninya."

Sepanjang lima tahun ini, jumlah laporan kasus perkosaan di Inggris naik, namun angka kasus yang masuk pengadilan hanya separuhnya.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, Jaksa Penuntut Umum berkata, "Kami bertekad menaikkan jumlah kasus perkosaan di pengadilan. Terlalu sedikit korban yang mendapatkan keadilan, dan kami bekerja keras untuk mengubahnya."

Edem saat ini bekerja di bidang kesehatan seksual, dan ingin mencari metode lain untuk mendata kasus stealthing, yang tak melibatkan sistem pengadilan kriminal.

`Saya telah berdamai dengan kejadian itu`

"Saya rasa ini sering sekali terjadi, dan seharusnya ada cara supaya korban bisa melaporkannya, tanpa harus melibatkan penyelidikan polisi," kata dia.

"Saya sudah berdamai dengan kejadian itu. Yang paling mengkhawatirkan saya pada waktu itu adalah bila saya terkena penyakit menular seksual, karena kami berhubungan kasual, bukan hubungan serius."

"Saya merasa sangat marah, karena jika Anda berhubungan kasual maka sangat penting untuk menghargai batasan pasangan seksual Anda, terlebih jika Anda juga berhubungan seksual dengan orang lain."

Kate Parker adalah pengacara dan Direktur Proyek Sekolah Konsensual, yang mengajari orang-orang muda tentang consent. Dia berkata, banyak yang terkejut mendapati stealthing sebagai bentuk perkosaan di hukum Inggris.

"Karena dalam kasus stealthing, salah satu pihak telah setuju melakukan hubungan seksual dengan menggunakan kondom, maka jika Anda melepaskan kondom, itu bukan yang mereka setujui - dan ini adalah pelanggaran."

Dia juga mengatakan, ini membuka diskusi lebih luas tentang menghormati batasan, dan harus diajarkan dalam kurikulum.

"Saat ini, pendidikan seks diajarkan di sekolah-sekolah [Inggris], tapi pelajaran soal consent tidak diwajibkan. Tapi menurut saya, consent sangat penting dalam pendidikan seks dan anak-anak muda tidak diajarkan dengan cukup."

`Stealthing bisa menghancurkan hidup seseorang`

Untuk Gemma, stealthing telah menghancurkan hidupnya.

"Saya harus pindah rumah setelah kejadian itu, karena tetap berada di flat sama terus mengingatkan saya akan apa yang terjadi, dan saya butuh terapi untuk melupakannya."

"Stealthing bisa menghancurkan hidup seseorang dan kita perlu memberi tahu lebih banyak orang tentang ini."

Newsbeat
Newsbeat

Ikuti BBC Newsbeat di Instagram, Facebook, Twitterdan YouTube.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel