Steiner Izinkan Schumacher Buat Kesalahan

Muhamad Fadli Ramadan
·Bacaan 1 menit

Di Formula 1, jarang terjadi sebuah tim memutuskan untuk menduetkan dua rookie. Haas berani mengambil risiko besar itu pada tahun ini dengan Mick Schumacher dan Nikita Mazepin karena merasa mereka sudah siap berkompetisi di level tertinggi.

Terakhir kali skenario seperti itu dijalankan oleh Toro Rosso (saat ini AlphaTauri) pada 2015, dengan menggunakan Max Verstappen dan Carlos Sainz.

“Ya, ada risiko dengan mendatangkan pendatang baru karena mereka tak memiliki banyak data. Tapi kami siap membantu mereka,” kata Steiner kepada Speedweek.

“Keuntungannya adalah Anda dapat mengarahkan mereka ke arak pengembagan tertentu dan bahwa mereka juga memiliki kesempatan untuk tumbuh bersama tim.”

Steiner menyadari bisa mengalami kegagalan besar pada F1 2021 dengan dua pendatang baru. Namun, ia ingin mempersiapkan mereka untuk tampil kuat di 2022, di mana ada perubahan regulasi besar-besaran.

“Kami hampir tak pernah menempatkan dua pembalap baru di tim, tapi itu tidak secara otomatis kami gagal,” ujar Steiner.

“Saya tidak ingin bermain-main dengan risiko. Tapi mungkin kami memiliki cara pikir sedikit berbeda dari tim lain. Kami tidak melakukan apa yang tim lain lakukan, kami melakukan apa yang kami pikir masuk akal. Hasil akan berbicara apakah kami benar atau salah.”

Mick Schumacher, Haas F1, mempelajari detail mobil.

Mick Schumacher, Haas F1, mempelajari detail mobil.<span class="copyright">Andy Hone / Motorsport Images</span>
Mick Schumacher, Haas F1, mempelajari detail mobil.Andy Hone / Motorsport Images

Andy Hone / Motorsport Images