Sterilisasi adalah Proses Pemusnahan Mikroorganisme, Ini Perbedaannya dengan Disinfeksi

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Sterilisasi adalah suatu istilah yang mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat sekarang ini. Hal ini disebabkan karena adanya virus COVID-19 yang mengharuskan masyarakat untuk benar-benar menjaga kebersihan. Namun, masih banyak yang belum memahami makna istilah ini.

Hal ini dipengaruhi juga dengan adanya istilah lain yang memiliki makna hampir mirip dengan sterilisasi, yaitu disinfeksi. Hal ini membuat banyak orang bingung dengan mana yang merupakan sterilisasi, dan mana disinfeksi.

Sterilisasi adalah proses pemusnahan mikroorganisme yang dapat membahayakan kesehatan, termasuk dalam bentuk spora. Sementara itu, disinfeksi merupakan proses untuk merusak organisme yang bersifat patogen, namun tidak dapat mengeliminasi dalam bentuk spora.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (26/6/2021) tentang sterilisasi adalah.

Pengertian Sterilisasi

Alat Medis (Photo by Cedric Fauntleroy from Pexels)
Alat Medis (Photo by Cedric Fauntleroy from Pexels)

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sterilisasi adalah proses pemusnahan mikroorganisme, termasuk dalam bentuk spora. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian sterilisasi adalah perlakuan untuk menjadikan suatu bahan atau benda bebas dari mikroorganisme dengan cara pemanasan, penyinaran, atau dengan zat kimia untuk mematikan mikroorganisme hidup maupun sporanya.

Sterilisasi adalah proses untuk menghilangkan semua jenis mikroorganisme yang hidup dalam suatu benda yaitu protozoa, fungi, bakteri, mycoplasma, dan virus. Fungsi dari sterilisasi adalah untuk menjaga kesehatan dari berbagai mikroorganisme yang daoat mencemari berbagai benda yang kamu gunakan.

Sterilisasasi adalah tindakan yang mampu membunuh semua mikroorganisme yang membahayakan manusia maupun lingkungannya, seperti jamur, protozoa, bakteri pembentuk spora, hingga virus.

Penerapan Sterilisasi

botol susu bayi/copyright: pexels.com/burst
botol susu bayi/copyright: pexels.com/burst

Sterilisasi adalah tindakan yang biasanya dilakukan pada benda-benda yang digunakan dalam dunia medis atau laboratorium. Penerapan sterilisasi ini berguna untuk memastikan peralatan medis tersebut tidak menularkan patogen infeksi pada pasien. Pasalnya, kontaminasi mikroba apapun dapat menularkan penyakit. Beberapa perlaatan yang harus disterilisasi adalah instrumen bedah, forcep biopsi, dan perangkat implan.

Penerapan sterilisasi di luar dunia medis biasanya dilakukan pada perlengkapan bayi seperti botol susu, dot, hingga mainan yang masuk ke mulutnya. Peralatan memerah ASI Juga harus disterilisasi secara berkala untuk mencegah masuknya bakteri ke air susu perahan.

Cara Melakukan Sterilisasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam dunia medis, sterilisasi biasanya dilakukan dengan teknik yang rumit, seperti filtrasi, radiasi ion menggunakan sinar gamma atau elektron, maupun gas ethylene oxide atau formaldehida.

Dalam kehidupan sehari-hari, ada beberapa cara sterilisasi sederhana yang dapat dilakukan, yaitu sebagai berikut:

- Merebus

Untuk melakukan sterilisasi ini, kamu cukup menyediakan panci dan mengisinya hingga batas benda yang akan disterilisasi. Pastikan benda tersebut sepenuhnya terendam air, kemudian tutup panci.

Setelah air mendidih, biarkan selama 10 menit dengan kondisi panci tertutup.

Pastikan kamu selalu mengawasi proses sterilisasi ini agar air tidak menguap habis sehingga akan merusak benda yang direbus. Kelebihan metode sterilisasi ini adalah murah dan mudah dilakukan. Hanya saja, benda yang kamu sterilkan dengan cara demikian akan lebih cepat rusak sehingga harus diganti secara berkala.

- Sterilisasi Uap

Saat ini, banyak jenis alat steril uap yang dijual di pasaran dengan harga yang bervariasi. Ketika kamu menggunakan alat ini untuk sterilisasi botol bayi, pastikan lubang botol menghadap ke bawah sehingga uap panasnya akan masuk ke dalam botol dan membunuh mikroorganisme di dalamnya.

Pastikan juga kamu mengikuti instruksi penggunaan sesuai jenis produk. Sterilisasi uap juga dapat dilakukan dengan microwave. Namun, tidak semua benda dapat masuk ke alat ini sehingga kamu harus benar-benar membaca panduan manualnya agar tidak terjadi insiden saat melakukan sterilisasi.

Perbedaan Sterilisasi dengan Disinfeksi

Disinfeksi (Photo by Anna Shvets from Pexels)
Disinfeksi (Photo by Anna Shvets from Pexels)

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sterilisasi adalah proses pemusnahan mikroorganisme, termasuk dalam bentuk spora. Hal ini termasuk pembersihan pada benda mati, permukaan barang, cairan, pengobatan, hingga media biologis.

Sementara itu, disinfeksi adalah sebuah proses menghilangkan, mencegah, atau mengurangi mikroorganisme seperti virus, kuman, dan bakteri yang berbahaya dari sebuah benda mati dan permukaannya. Namun, disinfeksi tidak dapat membunuh spora.

Lebih lanjut lagi, sterilisasi berbeda dengan sekadar pembersihan maupun disinfektasi. Pembersihan hanya mengurangi kadar zat yang bisa mengontaminasi di sebuah benda, sedangkan disinfeksi menghilangkan sebagian besar mikroorganisme (meski tidak semua).

- Sterilisasi lebih sering digunakan di dunia kesehatan, sementara desinfeksi lebih berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Proses steril lebih khusus dan seringnya dilakukan di rumah sakit atau bidang medis. Sementara itu, disinfektan biasanya digunakan untuk membersihkan kamar mandi, lantai, dan area-area bermain sarang kuman.

- Perbedaan yang paling mencolok adalah benda yang disterilkan dan yang menerima disinfektan. Sterilisasi bisa dilakukan pada makanan dan umumnya dipakaikan pada alat-alat kesehatan. Treatment ini juga bisa dilakukan pada zat yang berbentuk cairan. Sementara disinfeksi hanya dipakai pada benda mati dan di permukaannya saja. Tidak boleh kena kulit karena berbahaya.

- Sterilisasi untuk membunuh virus bisa dilakukan dengan banyak cara, yaitu dengan penguapan, pemanasan, penyaringan, hingga radiasi. Sementara itu, disinfeksi dapat membunuh virus dengan cara penyemprotan cairan desinfektan pada benda mati. Baik itu di rumah, gedung, maupun tempat-tempat umum. Kadang, disemprotkan dalam ruangan yang disinyalir terkontaminasi oleh virus. Inilah yang disebut dengan disinfeksi udara.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel