Sterilisasi Tiga Tahap, Polisi Tak Temukan Bom di Konser NCT127

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim keamanan dan polisi memperketat pengawasan akses masuk penonton konser boy band asal Korea NCT127 di ICE, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, setelah adanya ancaman bom di media sosial. Petugas tidak menemukan bom setelah melakukan sterilisasi tiga tahap di area luar dan dalam ICE BSD, Tangerang, satu jam sebelum konser dimulai pukul 19.00 WIB.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Sarly Sollu memaparkan sterilisasi tiga tahap itu melibatkan tim penjinak bom (Jibom) dan anjing pelacak. "Kita sudah melakukan sterilisasi tiga tahap dan ini kita akan ulang lagi sebelum dimulai kegiatan yang dilaksanakan jam 19.00 WIB malam. Kita mulai sterilisasi yang dilaksanakan tim Jibom begitu di dalam. Kemudian di luar nanti kita akan melakukan pemantauan yang dilakukan personel Polres maupun Polsek dan TNI," ungkapnya, Jumat (4/11).

Tiga tahap sterilisasi area ICE BSD itu, kata Kapolres, dengan melakukan pengecekan atau sterilisasi secara manual yang melibatkan petugas Kepolisian dengan mengecek barang, ruangan, dan orang. "Kemudian kita juga sudah melakukan pengecekan dengan menggunakan K9 atau anjing pelacak yang berkemampuan bisa mencium benda-benda yang dianggap itu bom. Dan langkah ketiga itu, melakukan sterilisasi dengan menggunakan alat deteksi yang dilakukan oleh unit Jibom dari Brimob Polda Metro Jaya," ucapnya.

Dari proses sterilisasi yang telah dijalankan itu, polisi mengaku belum mendapati adanya barang atau benda mencurigakan seperti bom. Pelaksanaan konser tetap berlangsung dengan pengetatan.

"Hasilnya sampai saat ini belum ditemukan barang-barang yang dianggap atau dicurigai adanya benda yang berbentuk bom atau menyerupai bom, sehingga saat ini kita menyimpulkan di tempat ini sudah steril dan kita harapkan masyarakat/penonton tidak perlu panik dan sekarang penonton sudah memenuhi daripada koridor hall, dan sudah dapat persiapan untuk melakukan gelaran konser," jelas Sarly.

Intel Dikerahkan

Sebelumnya, Sarly mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan panitia konser ini dan membuat satu pintu. Di tempat itu mereka juga menempatkan peralatan deteksi benda-benda berbahaya.

"Kemudian kita melakukan deteksi terhadap orang dengan menggunakan sensor untuk melihat barang-barang yang dibawa para penonton," terang Sarly.

Untuk mempertajam pengawasan, Polres Tangsel, juga meminta tim intel polisi dan TNI bersiaga di sekitar lokasi acara. Mereka akan memonitor kondisi dan situasi di sekitaran ICE BSD.

"Dari tim Intel untuk memonitor sekitar luar dari pada lokasi konser, baik itu orang, kendaraan dan juga barang yang ada di lokasi ini. Baik di luar pagar atau di sekitar jalan," ungkapnya.

Sarly menegaskan, dari dua kali proses penyisiran dalam dan luar ICE BSD, pihaknya tidak mendapati adanya benda atau barang mencurigakan di dalam dan luar arena konser.

"Hasilnya sampai saat ini belum ditemukan barang-barang yang dianggap atau dicurigai adanya benda yang berbentuk bom atau menyerupai bom. Sehingga saat ini kita menyimpulkan di tempat ini sudah steril dan kita harapkan masyarakat/penonton tidak perlu panik dan sekarang penonton sudah memenuhi daripada koridor hall, dan sudah dapat persiapan untuk melakukan gelaran konser," tegasnya. [yan]