Sterling inginkan lebih banyak pelatih kulit hitam di sepak bola

London (AFP) - Bintang klub sepak bola Manchester City, Raheem Sterling, mendesak sepak bola Inggris untuk menggunakan protes anti-rasisme global sebagai momentum untuk memulai perdebatan dan mencari solusi mengenai kurangnya perwakilan kulit hitam dalam posisi pelatih.

Menyerukan keadilan rasial, ribuan pengunjuk rasa telah berkumpul di seluruh Inggris, bergabung dengan gelombang demonstrasi yang dipicu oleh kematian warga kulit hitam AS, George Floyd di tangan polisi AS bulan lalu.

Sterling, penyerang tim nasional Inggris itu, yang sebelumnya memang sudah menonjol dalam menentang rasisme di pertandingan domestik dan internasional, adalah bintang olahraga terbaru yang memberikan dukungannya pada aksi protes rasial itu.

"Protes adalah titik awal yang bagus, untuk membuat suara Anda didengar. Tetapi hanya hanya sekedar protes saja tidak akan membuat perubahan di negara ini," kata Sterling Senin dalam wawancara dengan BBC TV.

"Begitulah cara kita bergerak. Ini tentang menyoroti hal-hal, masyarakat yang perlu diubah, dan kemudian menindaklanjutinya. Kami sudah banyak bicara, dan sekarang saatnya untuk bertindak."

"Ini adalah waktu untuk berbicara tentang masalah ini, berbicara tentang ketidakadilan, terutama di bidang saya (sepak bola)," tambahnya.

Sterling menyoroti perbedaan antara jumlah pemain etnis hitam, Asia, dan minoritas yang bertalenta tinggi, tapi tidak mendapat tempat di jabatan manajerial, pembinaan, atau administrasi yang signifikan.

"Ada sekitar 500 pemain di Liga Premier dan sepertiga dari mereka berkulit hitam dan kami tidak memiliki perwakilan kami dalam hierarki, tidak ada perwakilan kami di staf kepelatihan. Tidak wajah yang bisa kami ajak bicara," katanya.

"Dengan protes-protes yang terjadi, semuanya baik-baik saja, tetapi sudah saatnya kita perlu melakukan percakapan, untuk dapat memicu perdebatan."

"Tetapi pada saat yang sama, harus ada solusi untuk memicu perubahan karena kita dapat berbicara sebanyak yang kita inginkan tentang mengubah dan menempatkan orang, orang kulit hitam, di posisi ini yang menurut saya seharusnya ada di dalamnya."

Sterling membandingkan jalur manajerial Steven Gerrard dan Frank Lampard, yang telah mendapatkan peran utama di Rangers dan Chelsea, dengan pemain kulit hitam yang sama-sama berpengalaman tapi dipaksa untuk merangkak dari tangga yang jauh lebih rendah.

"Pada staf pelatih yang Anda lihat di sekitar klub sepak bola: ada Steven Gerrard, Frank Lampards, Sol Campbells, dan Ashley Coles. Semua memiliki karier yang hebat, semua bermain untuk Inggris," kata Sterling.

"Tapi pada saat yang sama, mereka semua telah mendapatkan lencana kepelatihan mereka untuk melatih di level tertinggi dan dua yang belum diberi peluang yang tepat adalah dua mantan pemain kulit hitam.

"Perubahan ini dapat dibicarakan di Parlemen, orang-orang di hierarki di klub sepak bola saya, klub sepak bola di seluruh negeri, mereka di tim nasional Inggris, untuk menerapkan perubahan dan memberikan peluang yang sama, tidak hanya untuk pelatih kulit hitam tetapi juga untuk etnis lainnya.

"Saya merasa itulah yang kurang di sini, tidak hanya memberi sikap berlutut, ini tentang memberi orang kesempatan yang pantas mereka dapatkan."