Stiker Belum Divaksin Dikritik, Polda Metro: Kok Baru Ribut Sekarang?

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya memasang stiker pada rumah warga di DKI Jakarta yang belum divaksin. Namun, Ombudsman menyebut kalau hal tersebut berpotensi maladministrasi.

Menanggapi hal tersebut, Polda Metro Jaya angkat bicara. Hal itu tak lain guna menandai warga yang belum divaksin. Sebabnya, gerai Vaksinasi Merdeka besutan mereka sudah sepi karena sudah hampir semua warga Jakarta divaksin dosis satu COVID-19.

Sehingga, guna memudahkan untuk mengetahui siapa warga yang belum divaksin dilakukanlah hal ini.

"Jadi gini loh tanggal 1-17 Agustus kan Vaksinasi Merdeka, target kami mendekati 100 persen. Nah, tanggal 1 masih ramai nih, tanggal 2 ramai banget. Tanggal 10 sudah mulai agak sedikit berkurang. Tanggal 11, 12, 13 itu sudah sepi," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus kepada wartawan, Rabu, 18 Agustus 2021.

Yusri mengatakan, pihaknya pun mencari penyebab masyarakat mulai berkurang mendatangi gerai Vaksinasi Merdeka selain karena sudah divaksin. Ternyata, ada sejumlah warga yang mengalami kendala datang ke gerai Vaksinasi Merdeka di tingkat rukun warga (RW) itu karena ada juga yang terkendala sakit dan sebagainya.

"Ada yang sakit, ada yang kakinya patah," katanya.

Dengan kata lain, lanjutnya, hal ini adalah supaya upaya percepatan vaksinasi dengan sistem door to door dimudahkan dengan adanya stiker tersebut. Untuk itu, dirinya mengaku heran penempelan stiker yang sudah dilakukan pekan lalu baru dikritik akhir-akhir ini.

"Akhirnya orang yang di gerai datang ke situ jemput bola door to door. Orang di gerai jemput bola kalau enggak ada yang kasih tanda mana-mana rumah yang belum divaksin kan susah nyarinya. Tapi kan itu kemarin tanggal 17 sudah selesai. Kok pada baru ribut sekarang. Itu jemput bola yang dilakukan, inisiatif yang bagus jemput door to door," ucap Yusri lagi

Untuk diketahui, program Vaksinasi Merdeka di Jakarta berjalan dari 1 Agustus hingga 17 Agustus 2021. Lewat kegiatan ini, ditargetkan seluruh warga Ibu Kota telah mendapat vaksinasi COVID-19 minimal dosis 1, sehingga kekebalan komunitas atau herd immunity di Ibu Kota bisa terbentuk. Gerai vaksinasi disediakan di 900 RW di seluruh DKI Jakarta.

Setelah tahap vaksin dosis pertama rampung, Polda Metro Jaya melanjutkan program Vaksinasi Merdeka untuk dosis kedua, pada awal September 2021. Stok vaksin untuk dosis kedua diklaim cukup. Pada vaksinasi dosis kedua, bukan hanya Ibu Kota sasarannya. Daerah penyangga Jakarta juga akan diserbu Vaksinasi Merdeka.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel