Stok Aman, Pupuk Bersubsidi di Manggarai Siap Disalurkan Sesuai Alokasi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Stok pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipastikan masih tersedia. Pupuk-pupuk tersebut siap disalurkan ke petani berdasarkan data yang ada di eRDKK.

Stok pupuk subsidi di Kabupaten Manggarai saat ini sebesar 6.752 ton dengan rincian pupuk Urea 3.535 ton, NPK Phonska 2.787 ton, SP-36 557 ton, ZA 408 ton, dan Petroganik 253 ton.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap kepastian yang diberikan langsung PT Pupuk Indonesia ini bisa membuat petani tenang dalam beraktivitas.

"Kepastian stok pupuk bersubsidi ini sekaligus membantah mengenai isu petai kesulitan mendapat pupuk bersubsidi. Dengan jumlah yang memang terbatas, pupuk subsidi didistribusikan secara tertutup dengan mengacu pada eRDKK. Oleh sebab itu, petani yang sudah mengisi eRDKK dipastikan akan mendapat pupuk bersubsidi," katanya, Sabtu (27/3/2021).

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan kriteria penerima pupuk bersubsidi telah ditetapkan.

"Berdasarkan Permentan Nomor 49 Tahun 2020, kriteria penerima pupuk bersubsidi adalah petani yang memiliki KTP, memiliki lahan maksimal seluas 2 hektare, tergabung dalam kelompok tani, dan telah menyusun eRDKK," katanya.

Sarwo Edhy pun memastikan data yang ada di eRDKK telah melalui tahapan verifikasi berjenjang.

"Data tersebut sudah diverifikasi sejak awal di kelompok tani, sebelum diajukan ke kabupaten/kota. Kemudian, verifikasi dilakukan lagi sebelum dikirim ke provinsi. Provinsi pun memverifikasi lagi sebelum dikirim ke pusat. Pemerintah pusat kemudian memberikan kesempatan agar data eRDKK itu diperbaiki, dikurangi atau ditambah sebelum akhirnya ditetapkan petani penerima manfaat dengan jumlah pupuk yang telah disesuaikan," ujarnya.

Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana, menyatakan alokasi pupuk subsidi yang ditetapkan oleh pemerintah untuk Kabupaten Manggarai pada tahun 2021 sebesar 5.560 ton.

Untuk mendapatkan pupuk subsidi ini, Wijaya menghimbau petani untuk tergabung dalam kelompok tani dan menyusun Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Hal tersebut merupakan syarat untuk mendapatkan pupuk subsidi sesuai ketentuan dari Kementerian Pertanian. Sedangkan Pupuk Indonesia, sebagai produsen, menyalurkan pupuk subsidi sesuai alokasi yang telah ditetapkan oleh pemeritah setempat.

Pada prinsipnya, lanjut Wijaya, Pupuk Indonesia senantiasa siap dalam memenuhi alokasi pupuk subsidi yang ditetapkan pemerintah. Karena Pupuk Indonesia memiliki fasilitas distribusi yang cukup baik di Kabupaten Manggarai, yakni mengelola empat gudang dan dua distributor resmi di Kecamatan Reo dan Kecamatan Ruteng.

“Oleh karena itu, dalam penyalurannya kami senantiasa berkoordinasi dengan dinas pertanian setempat, agar pupuk subsidi dapat disalurkan sesuai alokasi dan tepat sasaran,” tutup Wijaya.

(*)