Stok Darah PMI Depok Menipis

Lis Yuliawati, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ketersediaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok, Jawa Barat, menipis. Salah satu pemicunya akibat pandemi COVID-19.

Berdasarkan catatan PMI Kota Depok, ketersediaan sel darah merah (packed red cell atau PRC) saat ini kian berkurang. Adapun ketersediaan untuk golongan darah A hanya 10 kantong, B lima kantong, golongan darah O 10 kantong, dan AB empat kantong.

Untuk golongan darah jenis TC, golongan darah A dan B tersedia dua kantong, golongan darah O sebanyak empat kantong, sedangkan AB kosong.

Kemudian, untuk plasma darah (fresh frozen plasma atau FFP) tersedia golongan darah B sebanyak delapan kantong dan O tiga kantong.

"Kami sudah berupaya untuk memenuhi guna menghindari penurunan stok darah," kata Wakil Kepala Markas PMI Kota Depok, Imran Maulana, Sabtu, 13 Maret 2021.

Selain itu, ketersediaan darah untuk FFP pada golongan A sebanyak 22 kantong, golongan B 26 kantong, golongan O sebanyak 25 kantong, namun untuk AB tidak tersedia.

Begitupun dengan ketersediaan darah jenis WB atau darah utuh yang satu unit (kantong) berisi 250-350 ml hanya tersedia golongan AB sebanyak tiga kantong.

"Untuk plasma konvalesen yang tersedia hanya golongan darah A sebanyak enam kantong, golongan O sebanyak dua kantong, dan AB sebanyak tiga kantong,” kata Imran.

Menipisnya ketersediaan darah di PMI Depok dipicu kekhawatiran COVID-19. "Ini membuat masyarakat seakan enggan melakukan donor darah."

Terkait hal itu, Imran pun mengajak masyarakat agar tak perlu ragu melakukan donor darah. Bahkan PMI Kota Depok juga telah meminta setiap instansi pemerintah maupun swasta agar dapat membantu ketersediaan darah.

"Cara lainnya, apabila terdapat pasien membutuhkan darah namun ketersediaan darah kami kosong, kami meminta pihak keluarga pasien mencari pengganti donor darah," katanya.