Stok Darah PMI Tangerang Kian Menipis di Tengah Pandemi COVID-19

Daurina Lestari, Sherly (Tangerang)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Masih banyaknya masyarakat yang takut atau enggan mendonorkan darahnya di tengah pandemi COVID-19 membuat stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) menipis. Salah satunya di Kabupaten Tangerang, stok darah kian menipis.

PMI mengungkapkan, stok darah untuk saat ini di PMI Kabupaten Tangerang hanya 2.000 kantong dengan jumlah permintaan bisa mencapai 4.000 hingga 6.000 kantong.

Alhasil, untuk memenuhi stok darah yang terus berkurang dan kian menipis, PMI pun melakukan sistem baru dengan cara jemput bola para pendonor, dan melakukan kerja sama dengan berbagai instansi. PMI bersama dengan Hotel Sukho menggelar aksi donor darah, yang tentunya tetap menerapkan standar protokol kesehatan COVID-19.

"Pihak hotel memang melakukan aksi sosial ini, dan ini sangat membantu kami untuk tetap memenuhi stok darah yang ada. Dan saat ini, sistem yang kami lakukan pun dengan cara jemput bola," kata petugas PMI Tangerang, Rahmat Albi, Jumat, 13 November 2020.

Baca juga: Bikin Geger, Dua Kera Berkeliaran di Permukiman Elit Depok

Sementara itu, Manajer Hotel Sukho, Yosie, mengatakan, aksi sosial itu memang dilakukan untuk membantu PMI memenuhi stok darah saat pandemi COVID-19. Dalam kegiatan itu, pihaknya pun turut menerapkan standar protokol kesehatan.

"Kita lakukan ini untuk umum, baik itu untuk para pengunjung hotel kami, lalu ada juga dari masyarakat setempat yang memang kami ajak, hingga pelajar. Kami mengadakannya di dalam hotel dengan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat," ujarnya.

Nantinya pun, kegiatan ini akan dilakukan secara berkelanjutan dan bergilir dengan PMI lainnya di wilayah Tangerang. "Nanti kita berkala sekitar 2 sampai 3 bulan, lalu kerja sama dengan PMI baik di Kota dan Kabupaten Tangerang," ungkapnya. (art)