Stok Vaksin COVID-19 di Sulsel Sudah Habis

Raden Jihad Akbar, Irfan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sulsel, dr Nurul AR mengungkapkan, saat ini stok vaksin COVID-19 di gudang penyimpanan yang disediakan sudah kosong.

"Stok vaksin di gudang vaksin provinsi sudah tidak ada," kata dr Nurul melalui keterangannya, Selasa, 6 April 2021.

Dia menyebutkan alokasi vaksin yang diminta ke Kemenkes belum tiba. Namun, hari ini atau besok dikonfirmasi sudah akan dikirim.

Baca juga: Sri Mulyani Permudah Korporasi Dapat Penjaminan Kredit di Bank

“Info terkini vaksin sudah siap dikirim hari ini atau paling lambat besok,” ungkap.

Vaksinasi akan kembali dilakukan sampai stok vaksin dari Biofarma tiba. Data dari Dinas Kesehatan, jumlah vaksin yang yang diusulkan pada tahap termin II yaitu 187.551 dosis dengan 18.880 vial.

Adapun data realisasi vaksinasi per 3 April oleh Dinas Kesehatan mencatat sudah mencapai 18,30 persen untuk tahap I dan 7,30 persen untuk tahap II sekitar 1.506.638 orang yang sudah divaksin dari target 6.493.275 orang.

Sedangkan untuk tenaga kesehatan, telah mencapai 58.858 orang, petugas publik 694.477 orang dan lansia 753.303 orang. Pemerintah Pusat rencana hari ini akan melakukan pengiriman vaksin Covid-19 Biofarma sebanyak 18.880 vial atau 9,6 koli.

Adapun Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa vaksinasi di Sulsel tidak dilakukan penundaan melainkan masih menunggu vaksin tahap kedua dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Andi Sudirman mengaku bahwa Pemprov Sulsel telah menjalankan arahan dari Pemerintah Pusat untuk melakukan proses vaksinasi pada tahap awal secepat mungkin.

Vaksinasi dilakukan kepada tenaga kesehatan maupun ASN lingkup Pemprov Sulawesi Selatan dan pemerintah kabupaten-kota di Sulsel.

"Bukan disetop, justru kita ini tahap terakhir untuk tahap kedua, malahan kita sudah menghabiskan stok yang ada, tinggal yang ada masalah vaksinasi tahap kedua," kata Andi Sudirman di Kabupaten Bone usai puncak HUT-691 Bone.

Ia melanjutkan, bahwa saat ini telah bersurat ke Kemenkes untuk pengadaan vaksin tahap dua.

"Tapi kita sudah bersurat ke kementerian kesehatan untuk penambahan stok, justru kita menyelesaikan lebih cepat dari target dari perkiraan sebelumnya,” sebutnya.

“Jadi kita sudah bersurat. Kita tidak produksi vaksin, kita melaksanakan saja, jadi kita menunggu stok dari pusat,” tambahnya.