Stok Vaksin COVID-19 Impor Menipis, DPR Tawarkan Solusi

Ezra Sihite, Anwar Sadat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin angkat bicara mengenai stok vaksin untuk rakyat Indonesia yang saat ini mulai menipis. Azis karena itu meminta Menteri Kesehatan (Menkes) serta Badan Pengawasan Obat dan Makanan untuk memprioritaskan perampungan vaksin Nusantara agar bisa menggantikan kekurangan stok vaksin COVID-19 impor.

Menurut Azis, Indonesia adalah negara yang besar dan sudah seharusnya mampu mengembangkan vaksin sendiri untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Oleh karena itu upaya untuk menghadirkan vaksin dalam negeri harus didukung.

"Indonesia perlu memproduksi vaksin sendiri, jangan sampai kita ketergantungan vaksin pada negara lain. Vaksin Nusantara merupakan karya anak bangsa dan dipastikan dapat mempermudah pengadaan vaksin serta lebih sesuai dengan karakteristik masyarakat indonesia" Kata Azis kepada wartawan, Jumat 9 April 2021

Politikus Partai Golkar itu juga mengharapkan agar pemerintah melalui Kemenkes dan BPOM dapat lebih menghargai kerja keras yang dilakukan para ilmuwan dan peneliti dalam negeri dalam menemukan Vaksin Nusantara. Langkah para ilmuwan tersebut merupakan wujud bakti anak bangsa kepada negara.

"Temuan ilmuwan indonesia merupakan bukti bahwa bangsa kita mampu membuat vaksin sendiri, Vaksin Nusantara merupakan karya bakti terhadap bangsa dan negara" ujarnya.

Sebelumnya diberitakan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan jadwal kedatangan 100 juta dosis vaksin COVID-19 mengalami ketidakpastian. Salah satu penyebabnya yakni karena adanya kebijakan embargo di beberapa negara yang memproduksi vaksin.

"Jadi ada 100 juta dosis vaksin yang sampai sekarang menjadi agak tidak pasti jadwalnya," kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Rabu 8 april 2021