Stok Vaksin Sinovac di Kota Bekasi Tersisa 120.000 Dosis

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Vevie Herawati mengatakan, stok vaksin Covid-19 di Kota Bekasi saat ini tersisa 120.000 dosis. Rencananya vaksin tersebut akan diberikan kepada para pelajar tingkat SMP dan sederajat.

"Kita sudah ada perencanaan penggunaan. Jadi memang kan sekarang mau divaksin remaja untuk anak sekolah," ujar Vevie, Kamis (29/7/2021).

Menurutnya, vaksin yang tersisa merupakan Sinovac yang berasal dari pemerintah pusat dan provinsi. Untuk penambahan dosis, kata dia, akan dilakukan secara bertahap yang disesuaikan dengan penggunaan.

"Didistribusi dari provinsi dan dari pusat, itu bertahap, jadi pasti akan ada bertambahnya tergantung dari penggunaan," ujar Vevie.

Vevie menambahkan, saat ini pihaknya masih akan berkoordinasi dengan pihak terkait, mengenai jadwal vaksinasi dan jumlah pelajar yang akan diberikan vaksin Covid-19.

"Sudah mulai kita jadwalkan. Nanti masih mau berkoordinasi dengan dinas pendidikan," paparnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Vaksinasi Anak Dilaksanakan Awal Agustus 2021

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi sebelumnya berujar, vaksinasi untuk anak usia sekolah kemungkinan akan dilaksanakan awal bulan Agustus 2021 dengan target 134.000 pelajar.

"SMP dulu. Mudah-mudahan awal Agustus atau minggu pertama Agustus bisa dilaksanakan vaksinasi untuk anak," kata pria yang akrab disapa Pepen itu.

Vaksinasi rencananya akan dilakukan di sekolah-sekolah untuk memberikan rasa nyaman kepada para pelajar saat divaksin.

"Karena sekolah punya halaman, punya ruangan, dan tempatnya terbuka," jelasnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel