Storyboard adalah Sketsa Berdasarkan Naskah Cerita, Intip Cara Membuatnya

·Bacaan 4 menit

Storyboard bukan sebuah istilah yang asing dalam industri kreatif seperti pembuatan film. Sebab, storyboard adalah bagian yang sangat erat kaitannya dengan gambar menggambar, terutama untuk membuat sketsa kejadian-kejadian pada cerita suatu film atau video pendek.

Salah satu pentingnya storyboard adalah dalam hal penghematan waktu ketika proses produksi film atau video durasi pendek. Sebab, dengan storyboard akan tergambar jelas tiap langkah dalam film atau video yang akan dibuat, sehingga tidak dibutuhkan proses diskusi ketika proses perekaman gambar. Maka dari itu, storyboard adalah hal yang penting untuk mempermudah proses pembuatan film atau video pendek.

Storyboard tidak bisa dibuat oleh sembarang orang karena untuk membuatnya butuh pengetahuan dan keahlian khusus. Namun, jika kamu giat dalam mempelajarinya dan berniat terjun ke dunia industri kreatif, maka kamu dapat menjadi pembuat storyboard yang handal.

Untuk itu, Fimela.com kali ini akan membahas secara lengkap mengenai storyboard hingga cara membuatnya. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Pengertian Storyboard

Ilustrasi Pembuatan Storyboard Credit: pexels.com/Lex
Ilustrasi Pembuatan Storyboard Credit: pexels.com/Lex

Secara umum, pengertian dari storyboard adalah suatu sketsa gambar yang disusun dengan urut berdasarkan naskah cerita. Dengan adanya penggunaan storyboard, maka pengarang cerita dapat lebih mudah menyampaikan ide cerita tersebut. Selain itu, dengan menggunakan storyboard dapat membuat tim produksi di lapangan lebih mudah untuk diarahkan.

Dengan storyboard, maka pengarang cerita juga bisa membuat seseorang lebih mudah untuk membayangkan suatu cerita dengan mengikuti gambar-gambar yang telah disajikan. Hal ini bisa membantu semua tim untuk mencapai persepsi yang sama dengan ide cerita yang dibuat.

Selain itu, storyboad juga bisa didefinisikan sebagai naskah yang bentuk penyajiannya berupa sketsa gambar dengan berurutan. Penggunaan tersebut akan memudahkan untuk memahami tata letak pengambilan gambar, serta bagaimana adegan tersebut akan berlangsung.

Ssebenarnya, sejarah mulai digunakannya storyboard adalah pada tahun 1933. Pada tahun tersebut, untuk pertama kali seorang animator bernama Webb Smith membuat storyboard. Ide penggunaan storyboard tersebut sebenarnya bermula dari gambar-gambar yang terpisah, kemudian disusun di papan buletin sehingga menciptakan sebuah alur cerita.

Selain dalam industri film, biasanya storyboard juga sering digunakan dalam dunia teater, periklanan, dan lain sebagainya. Sebab, dengan menggunakan storyboard akan membuat seluruh proses kerja menjadi lebih efektif dan efisien.

Fungsi Storyboard

Ilustrasi Pembuatan Storyboard Credit: pexels.com/Kareen
Ilustrasi Pembuatan Storyboard Credit: pexels.com/Kareen

Sedangkan dari segi fungsi, storyboard adalah sebuah konsep dan ungkapan yang kreatif dalam menyampaikan ide atau gagasan. Di dalam storyboard juga seseorang bisa memberikan arahan-arahan seperti arahan audio, letak, atau informasi lainnya yang memudahkan proses kerja di lapangan kelak.

Sebagai contoh di dalam pembuatan suatu film misalnya, story board akan sangat berguna untuk menjelaskan dan menggambarkan alur cerita berdasarkan garis besarnya saja dari bagian awal, tengah, hingga akhir. Kemudian secara keseluruhan akan sangat memudahkan dalam membuat serta memahami alur film. Bahkan saat ini storyboard juga sangat berguna di bidang pembuatan game, salah satunya dalam membuat sketsa alur game tersebut dari awal hingga selesai.

Cara Membuat Storyboard

Ilustrasi Mmebuat Storyboard Credit: pexels.com/Julien
Ilustrasi Mmebuat Storyboard Credit: pexels.com/Julien

Setelah memahami berbagai hal di atas, maka selanjutnya penting juga untuk memahami bagaimana cara membuat storyboard tersebut. Berikut tahapannya:

  • Buat rincian naskah.

  • Buat catatan tentang point-point penting, seperti ide dan konsep yang akan dijadikan storyboard.

  • Tentukan media yang akan dibuat storyboard. Media tersebut bisa berbentuk gambar manual atau dengan bantuan komputer.

  • Buat gambar sketsa kasar tentang alur cerita dalam storyboard, lengkapi dengan penjelasan dan keterangan.

  • Visualisasi adegan utama dengan nyata.

Kemudian, di dalam storyboard juga harus terdapat beberapa informasi berikut:

  1. Gambaran tentang layar, halaman, atau frame.

  2. Ada keterangan waktu, bentuk, serta ukuran grafik.

  3. Teks asli.

  4. Apabila perlu dicantumkan teks, maka cantumkan juga informasi warna, ukuran, dan tipe tulisan.

  5. Narasi.

  6. Animasi

  7. Video

  8. Audio

  9. Interaksi dengan audiens

  10. Itulah tadi berbagai hal menganai storyboard. Memang storyboard adalah hal yang tidak bisa luput dari sebuah karya visual, terutama yang membutuhkan penjelasan rinci mengenai tiap adegan dan gerakan di dalamnya.

Tujuan Membuat Storyboard

Ilustrasi Membuat Storyboard Credit: pexels.com/Kaboompics
Ilustrasi Membuat Storyboard Credit: pexels.com/Kaboompics

Selain pengertian dan fungsi yang perlu dibangun dalam pembuatan storyboard, sebenarnya terdapat tujuan yang perlu dipahami. Beberapa tujuan dari pembuatan storyboard adalah:

  • Storyboard dibuat agar mempercepat serta mempermudah proses pembuatan sebuah proyek visual, seperti film dengan durasi yang pendek atau jenis film dengan durasi yang panjang.

  • Storyboard bisa memudahakan pembuat cerita dalam melakukan visualisasi dari ide yang dibuatnya.

  • Storyboard akan membantu dalam menjelaskan sebuah narasi yang ada di dalam cerita.

  • Storyboard berguna sebagai alat untuk mempermudah orang lain dalam memahami alur dari isi cerita yang ingin disampaikan.

  • Kemudian, dengan storyboard akan memudahkan untuk memandu tim yang terlibat dalam produksi sebuah proyek visual baik untuk sutradara, aktor bahkan para crew yang bertugas.