STPP berganti jadi Polbangtan cetak pelaku usaha tani berkualitas

Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) bertransformasi menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dengan konsep yang diperbarui untuk mencetak generasi baru pelaku usaha tani berkualitas.

"Kalau dulu output-nya penyuluhan, penyuluh. Kalau yang baru ini alumninya harus qualified job seeker dan qualified job creator," kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Dedi mengatakan alumni Polbangtan diarahkan memiliki kualitas mumpuni di bidang pertanian, baik sebagai pencari kerja maupun pencipta lapangan kerja di sektor terkait.

"Di Polbangtan ada pelatihan vokasi, ada penyuluhan. Tujuannya, regenerasi petani Indonesia, membangun petani milenial," katanya.

Dia menjelaskan, kendati pendidikan di Polbangtan melalui beasiswa, para lulusannya tidak memiliki ikatan struktural dengan Kementerian Pertanian. Namun, kata dia, langkah alumnus berada dalam arahan agar tujuan mencetak regenerasi pelaku usaha tani tercapai.

"Yang ada adalah ikatan fungsional dan emosional. Kami kontrol mereka agar betul-betul bekerja di sektor pertanian, terutama pertanian riil," jelasnya.

Menurut Dedi, saat ini kebutuhan SDM di sektor pertanian masih belum tercukupi melalui Polbangtan. Karena itu, pihaknya bekerja sama dengan politeknik yang digawangi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta lembaga pendidikan sejenis yang ada di berbagai provinsi Indonesia.

"Strategi kami berubah. Kami tidak mungkin membangun pertanian Indonesia sendiri," katanya.

Pada 2019, jumlah Polbangtan bertambah dengan adanya Politeknik Engineering Pertanian Indonesia yang berlokasi di Serpong, Banten.

Dedi berharap dengan adanya tambahan politeknik ini bisa memperkuat pengembangan SDM pertanian dalam negeri. "Penambahan poltek baru belum ada rencana, tapi kami berdayakan poltek yang ada," katanya.

Polbangtan memiliki 13 program studi yang ditawarkan untuk sarjana terapan maupun diploma, yakni Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Penyuluhan Perkebunan Presisi, Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan, Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Agribisnis Hortikultura, Teknologi Benih, Teknologi Pakan Ternak, Produksi Ternak, dan Agribisnis Peternakan.

Baca juga: Polbangtan buka jalur kolaborasi petani milenial dengan GRIN
Baca juga: Menteri Pertanian motivasi mahasiswa Polbangtan Medan
Baca juga: Kementan galakkan penumbuhan wirausahawan muda pertanian