Strategi Astra Otoparts Dongkrak Pendapatan hingga Akhir 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Meningkatkan performa perusahaan di tengah pandemi COVID-19, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mengaku bila saat ini mulai merambah bisnis di luar suku cadang otomotif.

Presiden Direktur Astra Otoparts Hamdani Zulkarnaen menyebut, terdapat sedikitnya tiga produk non otomotif yang dihadirkan, yakni faceshield, masker transparan dan helm sepeda.

"Kami selalu melakukan inovasi untuk meningkatkan performa bisnis kita, salah satunya kami merambah bisnis non otomotif," kata dia, Senin (8/11/2021).

Hamdani menuturkan, bila helm sepeda menjadi salah satu pilihan karena banyaknya masyarakat yang semakin peduli dengan kesehatan sehingga memilih menggunakan kendaraan ramah lingkungan seperti sepeda.

"Memang tahun lalu adalah titik terberatnya di mana bulan April Mei seluruh OEM tutup dan tak beroperasi," ujar Hamdani.

Saat disinggung bagaimana peluang bisnis Astra Otopartshingga akhir tahun ini, emiten komponen otomotif tersebut optimis bila kuartal IV akan lebih baik dan target yang ditetapkan perusahaan dapat tercapai.

"Di kuartal IV semua menunjukan trend positif. Salah satunya roda empat sangat positif karena penghapusan PPNBM. Kami befusaha genjot, kami ingin memanfaatkan semua hal positif," ujarnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kinerja AUTO hingga Kuartal III 2021

Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan saham di penghujung tahun ini ditutup langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan saham di penghujung tahun ini ditutup langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) membukukan laba bersih Rp 446 miliar hingga kuartal III 2021. Posisi berbalik dari periode sama tahun sebelumnya yang rugi bersih Rp 243 miliar. Hal ini terutama disebabkan peningkatan pendapatan dari segmen pabrikan, pasar suku cadang pengganti dan ekspor.

Hal itu juga ditopang dari pendapatan bersih perseroan yang naik menjadi Rp 11,04 triliun hingga kuartal III 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 8,63 triliun. Beban pokok pendapatan naik menjadi Rp 9,65 triliun hingga kuartal III 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 7,61 triliun.

Dengan demikian laba bruto naik menjadi Rp 1,38 triliun hingga September 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,01 triliun. Perseroan membukukan laba per saham dasar dan dilusi naik menjadi Rp 92 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 51.

Total ekuitas naik menjadi Rp 11,60 triliun hingga September 2021 dari Desember 2020 sebesar Rp 11,27 triliun. Total liabilitas naik menjadi Rp 5,04 triliun hingga kuartal III 2021 dari Desember 2020 sebesar Rp 3,90 triliun.

Dengan demikian, aset perseroan naik menjadi Rp 16,65 triliun hingga September 2021 dari Desember 2020 sebesar Rp 15,18 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 1,88 triliun hingga September 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel