Strategi Bandung Kendalikan Kerumunan Pasca-Lebaran

·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 Kota Bandung Oded M. Danial akan tetap mengetatkan pemantauan mobilitas masyarakat di kota itu meski masa libur Lebaran 2021 telah usai.

Oded memprediksi potensi pergerakan masyarakat masih terjadi, di antaranya menyasar tempat wisata. Khusus di Kota Bandung, Oded memiliki formulasi khusus untuk menangani potensi kerumunan meski di dalam Kota Bandung tidak ada tempat wisata berbasis alam.

“Arahan Pak Presiden kepada kepala daerah agar lebih hati-hati di dalam menghadapi pascaidulfitri termasuk salah satunya di wilayah wisata. Hasilnya barusan dibahas langsung bersama Forkopimda, insyaallah untuk di Kota Bandung diperkirakan telah terjadi lonjakan itu kemarin. Maka kita dengan strategi lain,” ujar Oded di Bandung, Selasa, 18 Mei 2021.

Oded menuturkan, Presiden memberi arahan untuk menutup sementara tempat wisata dengan potensi kerumunan tinggi. Namun, di Kota Bandung hal itu bisa tidak dilaksanakan. Di Kota Bandung, apabila terjadi penumpukan di tempat wisata, mengatasinya dengan penutupan jalan. Dengan penyekatan akses jalan, lokasi kerumunan bisa terkendali.

“Tidak langsung ditutup. Tapi tadi Pak Kapolres menyampaikan langsung ditutup jalannya. Apabila terjadi lonjakan pengunjung, jalannya langsung ditutup dan alhamdulillah bisa terkendali,” jelasnya.

Strategi itu, kata Oded, terbukti cukup ampuh saat terjadi kerumunan di Kebun Binatang Bandung, yakni dengan pembatasan mobilitas kendaraan di Jalan Tamansari. “Kemarin terjadi kenaikan maka langsung ditutup. Karena kita memprediksi puncak kerumunan masyarakat ke wisata sebenarnya kemarin,” katanya.

Oded menambahkan, pemantauan ketat juga akan dilakukan di sejumlah kawasan pusat perbelanjaan karena beberapa mal menjadi alternatif destinasi wisata belanja di Kota Bandung. “Kita upayakan ada Satgas di sana. Alhamdulillah ketika mereka ada di sana, cepat mengetahui dan tahu tindakan yang harus dilakukan. Alhamdulillah, kita semua kompak antara TNI, Polri dan Pemerintah Kota Bandung,” katanya.

Untuk mengendalikan mobilitas kendaraan juga akan memperpanjang operasional posko check point. Seyogianya, posko itu hanya akan beroperasi sampai 17 Mei 2021. “Sebagaimana tadi disampaikan bahwa setelah mendapat arahan Pak Presiden, harus hati-hati. Check point belum kita akhiri, tapi jumlah personel dikurangi.”

Posko cek poin di Kota Bandung akan tetap beroperasi sebagai pos pemantauan mobilitas masyarakat. Pos akan beroperasi selama satu pekan ke depan hingga 24 Mei 2021, yang memang ditujukan untuk pemantauan saja, kecuali kalau memang ada lonjakan kasus COVID-19 yang signifikan.

Pemerintah terus menerus mengingatkan masyarakat bahwa cara yang paling efektif untuk mencegah penularan COVID-19 ialah dengan mematuhi protokol kesehatan dan selalu menerapkan 3M: memakai masker, menjaga jarak, dan jauhi kerumunan serta mencuci tangan pakai sabun.

#ingatpesanibu
#satgascovid19
#pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
#jagajarak

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel