Strategi BNPT Tangkal Propaganda Radikal Terorisme di Media Sosial

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan bahwa Indonesia sudah memasuki era bonus demografi. Artinya, penduduk usia produktif lebih dominan dibandingkan penduduk usia nonproduktif.

"Sumber daya manusia tidak hanya dituntut untuk memiliki 'hard skill' yang baik, tetapi juga adab yang baik," kata Kepala BNPT Komjen Polisi Boy Rafli Amar melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (19/6).

Boy mengatakan, salah satu yang perlu diwaspadai adalah propaganda radikal terorisme di media sosial. Kelompok tersebut gemar mengumbar narasi kekerasan di media sosial.

"Kita harus antisipasi ajakan kelompok teror yang mengedepankan narasi kekerasan," kata dia.

Mantan Kepala Divisi Humas Mabes Polri tersebut menyatakan bahaya pengaruh radikal terorisme. Melalui narasi-narasi yang mengatasnamakan agama, seringkali kelompok ini mendapat sambutan masyarakat.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BNPT akan terus menggandeng tokoh lintas agama. Tujuannya, secara bersama-sama mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk peka terhadap propaganda atau ajakan kelompok radikalisme.

Mewaspadai Narasi Keagamaan

Boy menambahkan narasi keagamaan yang digaungkan kelompok teror tersebut menghalalkan kekerasan terhadap sesama umat manusia. Hal itu jelas tidak sesuai dengan kaidah agama dan prinsip negara.

Boy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mewaspadai jika ada pihak-pihak tertentu yang mengajak melalui cara-cara kekerasan.

"Cara-cara kekerasan tidak cocok dengan nilai agama, prinsip berbangsa dan bernegara yang berlandaskan Pancasila, nilai hukum serta etika moral bangsa," ujar dia.

Boy mengatakan, keberhasilan meredam radikalisme di era bonus demografi menjadi titik krusial menuju Indonesia emas 2045. Menurut dia, penanganan bonus demografi dengan baik akan membuat produktivitas Indonesia melambung tepatnya 100 tahun Indonesia merdeka pada 2045.

"Ke depan, bonus demografi ini akan menentukan keberlangsungan negara," kata Boy. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel