Strategi AS Buat China Tak Mampu Bersaing di Sektor Teknologi

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintahan Biden telah menerbitkan serangkaian kontrol ekspor, termasuk langkah untuk menghentikan pasokan chip semikonduktor dari AS ke China. Menurut Aljazeera, Senin (21/11), langkah ini dianggap memperluas jangkauan AS dalam upayanya untuk memperlambat kemajuan teknologi dan militer Beijing.

Serangkaian tindakan tersebut dapat menjadi perubahan terbesar dalam kebijakan AS terhadap teknologi khususnya pengiriman ke China sejak 1990-an. Jika efektif, mereka dapat membuat industri manufaktur chip China mundur beberapa tahun.

Pemerintah AS nampaknya tak segan-segan untuk memaksa perusahaan Amerika dan asing yang menggunakan teknologi AS untuk menghentikan dukungan ke beberapa pabrik dan perancang chip asal China.

Pemerintah China pun bersuara keras. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning mengatakan langkah AS adalah pelanggaran aturan ekonomi dan perdagangan internasional. Tak hanya itu saja, upaya memperlambat kemajuan teknologi China sama halnya akan menjadi boomerang bagi AS.

"Demi mempertahankan hegemoni sains-teknologinya, AS menyalahgunakan langkah-langkah kontrol ekspor untuk memblokir dan menekan perusahaan China dengan jahat," kata Mao Ning.

Dilanjutkannya, hal itu tidak hanya akan merusak hak dan kepentingan yang sah dari perusahaan China, tetapi juga mempengaruhi kepentingan perusahaan Amerika. Ia pun mengatakan, persenjataan maupun politisasi sains dan teknologi yang dilakukan AS serta masalah ekonomi dan perdagangan tidak akan mampu memberhentikan kemajuan China.

Jim Lewis, pakar teknologi dan keamanan dari Pusat Kajian Strategis dan Internasional (CSIS), mengatakan langkah-langkah AS akan memundurkan China, mengingatkan kembali pada peraturan keras dari puncak Perang Dingin.

"China tidak akan menyerah pada pembuatan chip. Tetapi ini benar-benar akan memperlambat mereka," kata dia.

Aturan tersebut, beberapa di antaranya segera berlaku. Hal ini tentu saja akan berdampak pada penghentian pengiriman peralatan ke pabrik KLA Corp, Lam Research Corp, dan Applied Materials Inc yang sepenuhnya perusahaan itu milik China. Perusahaan itu memproduksi barang-barang canggih yang dibutuhkan China untuk mengembangkan teknologi. [faz]