Strategi CIMB Niaga Dongkrak Pertumbuhan Nasabah

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) ungkap belum berniat menjangkau nasabah mikro mengingat belum memiliki kekuatan besar pada segmen tersebut, dibandingkan segmen konsumer.

"Kita ingin menjadi bank pilihan bagi nasabah di Indonesia baik nasabah bisnis maupun perorangan," kata Head of Strategy, Investor Relation and Partnership CIMB Niaga Saut Parulian Saragih dalam diskusi virtual Emiten Talks, Jumat (21/5/2021).

Untuk mencapai itu, Perseroan memiliki lima strategi atau pilar. Pertama, yakni 'playing to our strengths'. Poin ini yang akan menentukan kemana arah growth dari CIMB Niaga.

Setidaknya ada tiga kriteria utama dalam menentukan arah bisnis Perseroan. Yakni dilihat dari kemampuan perseroan, profitabilitas, dan potensi growth-nya.

"Ini adalah pilar yang mengarahkan kita mau growth bisnis apa. Kita secara sadar tidak memasuki segmen mikro,” kata dia.

Strategi kedua yaitu ‘expanding CASA franchise’. Saut menerangkan, biaya pendanaan merupakan hal yang penting bagi perbankan. Semakin rendah biaya untuk pendanaan semakin baik untuk keuangan perbankan.

"Kita banyak membuat service digital untuk memastikan nasabah kami bisa menambah dananya di CIMB Niaga, dan bisa menarik nasabah baru untuk bergabung jadi nasabah CIMB Niaga,” kata Saut

Selanjutnya, ‘discipline in cost management’. Perseroan ingin memastikan bahwa struktur biaya sehat. "Kita tidak mau terlalu rendah rasionya karena tetap ingin ekspan. Jadi investasi tetap jalan,” imbuh Saut.

Keempat, ‘reservation of capital & balanced risk culture’. Perseroan memastikan dari sisi permodalan kuat untuk mendukung pertumbuhan kedepan. Sehingga pertumbuhan bisnis tidak terganggu dengan aset kualitas yang kurang baik.

"Terakhir, pilar kelima ini akan bisa diadopsi pilar lainnya yaitu Leverage information technology,” pungkas Saut.

Strategi ini berkaitan dengan aksesibilitas terhadap CIMB Niaga sehingga dengan lancarnya layanan digital, akan bisa menjangkau lebih banyak nasabah.

Kinerja Kuartal I 2021

Kantor Cabang CIMB Niaga. (Dok CIMB Niaga)
Kantor Cabang CIMB Niaga. (Dok CIMB Niaga)

Sebelumnya, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga), membukukan laba bersih konsolidasi (unaudited) Rp 996 miliar pada kuartal I 2021. Dengan jumlah tersebut maka earnings per share Rp 39,95.

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan mengatakan, CIMB Niaga mencatat pertumbuhan yang baik pada pendapatan operasional dan laba operasional sebelum pencadangan masing-masing sebesar 8,3 persen year on year (YoY) dan 16,1 persen Y o Y di kuartal I 2021. Pencapaian ini menghasilkan tingkat profitabilitas kembali ke level sebelum COVID-19 dengan Return on Equity (ROE) 10,5 persen.

"Kinerja tersebut merupakan kontribusi dari margin yang lebih tinggi, peningkatan pada fee income, dan biaya operasional yang flat," jelas dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 29 April 2021.

Sejalan dengan membaiknya indikator ekonomi, Tigor berkeyakinan bahwa 2021 akan lebih baik. Di sisi lain, CIMB Niaga tetap berhati-hati di tengah pandemi COVID-19 yang kembali mewabah secara global baru-baru ini.

"Kami masih terus waspada dan fokus pada upaya mengembangkan bisnis Bank dengan memberikan layanan dan solusi perbankan terbaik kepada nasabah, yang didukung oleh transformasi digital, meningkatkan pelayanan untuk customer experience yang optimal, dan meningkatkan produktivitas.” kata dia.

Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Loan to Deposit Ratio ( LDR) CIMB Niaga tercatat baik masing-masing sebesar 22,1 persen dan 85,3 persen per 31 Maret 2021.

Dengan total aset sebesar Rp 272,6 triliun per 31 Maret 2021, CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset.

Total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 200,1 triliun dengan rasio CASA sebesar 63,3 persen, sejalan dengan komitmen Bank untuk mengembangkan layanan digital dan meningkatkan customer experience.

Kredit

Jumlah kredit yang disalurkan sebesar Rp 173,4 triliun, yang utamanya dikontribusikan oleh bisnis Consumer Banking yang tumbuh 1,6 persen Y-o-Y. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tumbuh 5,2 persen Y-o-Y, sementara Kredit Pemilikan Mobil (KPM) meningkat sebesar 5,4 persen Y-o-Y.

“Pertumbuhan pada segmen KPR merupakan bukti dari upaya berkelanjutan yang kami lakukan dalam menghadirkan produk dan layanan yang dapat memenuhi kebutuhan nasabah, diimbangi dengan prinsip kehati-hatian dan pengawasan yang ketat dalam penyaluran kredit,” kata Tigor.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel