Strategi Investasi Waskita Karya pada 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menegaskan telah memiliki strategi untuk memutar kembali dana yang didapat agar bisa menciptakan peluang baru investasi pada 2021 di tengah rencana melepas sembilan ruas jalan tol.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono secara virtual, Selasa (5/1/2021).

"Kami sampaikan bahwa tidak semuanya akan kami lepas, artinya 100 persen akan kami divestasi. Meski kami akan divestasi sebagian, tapi hasilnya itu tidak semuanya kami gunakan, sebagian lagi kami investasikan kembali," ujar dia.

Selain itu, Destiawan mengaku pihaknya telah memilih beberapa ruas jalan tol yang memiliki recurring income jangka pendek sehingga pendapatan Waskita pada 2021 bisa mencapai target yang ditentukan.

"Kemudian kami juga memilih mana ruas yang jangka waktunya ini lebih pendek. itu yang akan kami jadikan recurring income. Jadi ini akan berputar, sehingga Waskita tetap akan mendapatkan ruas-ruas yang akan bisa membantu recurring dalam pendapatan," ujar dia.

Meski demikian, Ia mengaku potensi terkait investasi jangka panjang bisa saja lepas. Namun, Waskita Karya yakin mampu investasi lebih besar pada 2021.

"Jadi tidak semuanya akan kami lepas, memang potensi saat ini kami akan kehilangan itu (jalan tol). Tapi dengan pendapatan itu dan keuntungan yang ada, kami bisa investasi lebih besar lagi," tutur dia.

"Kami akan memilah, sehingga recorvenya tidak bersamaan. Jadi kami mempunyai ruang untuk bisa merencanakan investasi bertahap secara pendapatan," ia menambahkan.

Target Waskita Karya pada 2021

Gedung PT Waskita Karya (Persero) Tbk (dok: WSKT)
Gedung PT Waskita Karya (Persero) Tbk (dok: WSKT)

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mengincar target kontrak baru sebesar Rp 31,6 triliun pada 2021. Angka tersebut alami kenaikan 16,6 persen.

Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk,Destiawan Soewardjono menuturkan, target kontrak tersebut alami kenaikan 16,6 persen dari periode 2020.

"Dari Rp31 triliun itu harapan kami sebagian proyek proyek pemerintah sebagian pengembangan investasi. Lebih besar dari tahun 2020," kata dia, Selasa, 5 Januari 2021.

Selain itu, Ia juga memaparkan bila target proyek pemerintah yang ingin dicapai 2021 sebesar 30 persen, sedangkan dari pihak BUMN sebesar 25 persen.

"Kurang lebih pemerintah 30 persen, 25 persen dari BUMN dan swastanya 22 persen, sisanya adalah untuk pengembangan investasi baik tol dan non tol serta properti," tutur dia.

Ia menyatakan, realisasi kontrak baru sudah hampir mencapai target yang telah ditentukan sepanjang 2020. Pada 2020, target nilai kontrak baru yang ingin dicapai senilai Rp27,1 triliun.

"Untuk tahun 2020 realisasi Rp26 triliun sekian, atau hampir Rp27 triliun," kata dia.

Sepanjang 2020, emiten dengan kode saham WSKT mampu mencapai nilai kontrak hingga Rp 66,65 triliun. Sebagian besar kontrak berasal dari proyek infrastruktur konektivitas seperti jalan tol, pelabuhan, LRT, dan bandara.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini