Strategi IPCM Kerek Kontribusi Non-IPC

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) membukukan peningkatan laba di tengah pandemi COVID-19. Secara total, laba komprehensif pada semester 1 2021 yang mampu dicapai yakni Rp 33 miliar. Angka tersebut naik 2 persen dari Rp 32,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM), Amri Yusuf mengatakan, ada beberapa upaya yang dilakukan Perseroan untuk mencapai kinerja tersebut. Perseroan secara aktif melakukan pengembangan pasar.

Upaya ini ditempuh dalam dua cara, yakni penetrasi terhadap market existing di pelabuhan-pelabuhan umum, dan ekspansi pada pasar baru.

"Kita mulai nge-grab potensi market yang ada di sekitar Pelabuhan umum. Seperti TUKS. Kemudian yang kedua yang kita lakukan adalah ekspansi pada pasar-pasar baru. Terutama di TUKS dan Tersus,” kata dia dalam paparan publik, Jumat (17/9/2021).

Dengan demikian, diharapkan komposisi kontribusi revenue dari non IPC dapat tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya. "Jadi kita tidak hanya mengandalkan market existing dari IPC. Tapi juga kita ingin mendapatkan market-market baru di luar IPC atau di luar Pelindo,” imbuhnya.

Selanjutnya, sejalan dengan pasar yang bertumbuh dan pendapatan yang meningkat, Perseroan juga mencatatkan kenaikan pipeline. Bahkan Perseroan kini tengah siapkan pipeline untuk tahun depan.

"Kita bukan hanya mengeksekusi pipeline yang sudah kita bangun tahun 2020, tapi juga kita sedang bangun pipeline baru yang ini menjadi basis untuk tahun 2022,” kata dia.

Kemudian kinerja finansial, menurut dia, juga cukup menggembirakan. IPCM mencatatkan pendapatan Rp 184,5 miliar atau tumbuh 0,2 persen pada tiga bulan pertama 2021. Kontribusi terbesar datang dari jasa penundaan kapal sebesar Rp 162,3 miliar atau 88 persen dari total pendapatan.

Pendapatan dari jasa pengelolaan kapal memberi kontribusi 8 persen atau Rp 14,1 miliar dan jasa pemanduan terminal khusus (tersus) berkontribusi 4 persen atau Rp 8,2 miliar.

Adapun pendapatan dari jasa penundaan kapal terdiri dari pelabuhan umum sebesar Rp 103,5 miliar, terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS) sebanyak Rp 34,4 miliar dan tersus senilai Rp 24,4 miliar. Peningkatan tertinggi terjadi pada TUKS sebesar 53 persen dibanding semester I tahun lalu.

PT Jasa Armada Indonesia Tbk menekan beban umum dan administrasi sebesar 19 persen dari Rp 28,0 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 22,9 miliar tahun ini.

Hal ini membuat laba usaha semester I 2021 naik 5,1 persen menjadi Rp 38,7 miliar. Neraca keuangan juga menunjukkan perbaikan, dengan total liabilitas turun signifikan 24,6 persen menjadi Rp 238,9 miliar dibandingkan Rp 316,6 miliar semester I 2020.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gerak Saham IPCM

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pada penutupan perdagangan sesi pertama Jumat, 17 September 2021, saham IPCM turun 1,46 persen ke posisi Rp 404 per saham. Saham IPCM dibuka naik empat poin ke posisi Rp 414 per saham.

Saham IPCM berada di level tertinggi Rp 414 dan terendah Rp 402 per saham. Total frekuensi perdagangan 505 kali dengan volume perdagangan 41.891. Nilai transaksi Rp 1,7 miliar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel