Strategi Jitu Jenderal Kopassus di Papua Tanpa Letusan Senjata

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Bukan perkara mudah bagi para prajurit TNIuntuk menyelesaikan sejumlah masalah yang ada di Papua. Tak hanya banyak wilayah yang terisolir dan tertinggal, para prajurit juga harus menghadapi ancaman teror dari Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB), Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Bagi setiap prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), menjalankan tugas adalah sebuah kehormatan, termasuk di Papua. Oleh sebab itu, dalam melaksanakan tugasnya setiap prajurit perlu bersinergi dengan masyarakat Papua.

Hal ini lah yang menjadi pesan Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 172/Praja Wira Yakthi (PWY), Brigjen TNI Izak Pangemanan.

Di hadapan ratusan prajurit Bantuan Kendali Operasi (BKO Komando Distrik Militer (Kodim) Persiapan, Izak menegaskan bahwa setiap prajurit wajib menjaga hubungan baik dengan masyarakat. Tak hanya itu, Izak juga menekankan agar prajurit harus bersikap menjaga sopan santun kepada masyarakat.

"Kau kenali masyarakat di situ. Setelah kau kenal mereka begini, kamu datangi mereka. Salam, sapa, senyum. Kau datangi, kau layani. Layani apa? Kau layani kesulitan dia seperti apa, bagaimana kita atasi," ucap Izak dikutip VIVA Militer dari situs resmi TNI Angkatan Darat.

Selain dengan masyarakat, prajurit BKO Persiapan juga dituntut senantiasa berkoordinasi dengan Kodim untuk menjaga komunikasi. Sebab jika ada kesulitan dalam tugas, Kodim bisa berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk memberikan bantuan.

"Kamu di pos itu, di atas kamu ada Kodim, Laporkan ke Dandim. Ada komunikasi, sehingga Dandim akan berkoordinasi ke Pemda untuk menyelesaikan masalah di situ. Kalau kamu melakukan itu, kamu akan dijaga oleh masyarakat," kata eks Komandan Grup 3/Sandhi Yudha Komando Pasukan Khusus (Kopassus).