Strategi Jitu Membangun Startup untuk Pebisnis Pemula

Merdeka.com - Merdeka.com - Bisnis startup memang cukup menjanjikan, namun ada begitu banyak tantangan yang harus dihadapi. Pebisnis harus berjuang mencari produk terbaik, menentukan segmen pasar hingga mempertahankan bisnis.

Membangun startup telah menjadi impian banyak pebisnis. Namun, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, sebagai founder Anda harus memahami cara agar lebih siap memulai bisnis startup dan beberapa hal lainnya yang perlu diperhatikan.

Berikut 3 langkah utama memulai bisnis startup bagi pebisnis pemula dari OCBC NISP.

1. Menentukan 'WHY'

Why dalam konteks ini mengacu kepada alasan Anda berminat meluncurkan bisnis tersebut. Alasan tersebut pada umumnya berupa kombinasi dari alasan pribadi, seperti memperoleh keuntungan besar dan tanggapan untuk masalah pasar. Nantinya, 'why' ini akan menjadi dasar tujuan awal bisnis.

2. Menentukan ide bisnis

Pengusaha harus menentukan ide bisnis yang ingin dilakukan. Caranya dengan menentukan problem-solution berdasarkan masalah atau kebutuhan di sekitar Anda atau pada industri yang telah Anda telaah. Setelahnya, Anda dapat mencari solusi dengan memperhatikan peluang dan tren yang dapat dimanfaatkan menjadi ide dasar bisnis.

3. Memahami market dan model bisnis

Setelah memahaminya, Anda harus melakukan riset mengenai ketersediaan dan minat target pasar yang dituju. Jika target pasar tersedia dan memiliki minat yang sama dengan problem-solution yang diangkat, Anda dapat mulai menyusun produk yang ingin ditawarkan, baik dalam bentuk barang maupun jasa.

Dibalik kesiapan ide bisnis, ada 2 hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pastikan bahwa produk yang dibangun oleh startup Anda sudah terdiferensiasi dengan existing product. Caranya adalah dengan menganalisis strength dan weakness produk kompetitor.

Kedua, membangun startup tidak hanya memerlukan ide bisnis yang unik dan menjanjikan, tetapi juga membutuhkan modal. Bayangkan saja rumah yang memerlukan fondasi sebagai penopang utama dari suatu struktur bangunan. Begitu juga dengan startup yang membutuhkan modal sebagai fondasi yang akan memperkokoh dan mendukung perkembangan bisnis.

Semua pebisnis pemula pasti menginginkan usahanya sukses hingga mendapatkan keuntungan yang besar. Namun fakta mengatakan bahwa hanya satu dari 12 pengusaha tercatat memiliki sepak terjang bisnis yang baik. Alasan utama bisnis startup gagal adalah karena masalah keuangan, yaitu kehabisan dana dan kegagalan dalam mengumpulkan modal baru.

Ada banyak cara bagi sebuah startup untuk mendapatkan dana yang cukup untuk memastikan usahanya bertahan hidup yaitu dengan mendapatkan modal dari investor dengan memberikan sebagian ekuitasnya sebagai imbalan atau dengan mendapatkan utang atau kredit dari bank, investor, atau sumber lainnya. Bagaimanapun caranya, pendiri startup harus memiliki kemampuan untuk menjual ide usahanya untuk meyakinkan pemberi dana bahwa usahanya akan sukses di masa depan dan mampu memberikan imbalan yang besar.

Untuk itu ada dua pertanyaan penting yang perlu diperhatikan pengusaha startup; apa itu ide bisnis mereka sudah baik dan bagaimana cara menjualnya ke para investor. Pengusaha startup harus pertama-tama memastikan idenya layak untuk dijadikan sebuah bisnis dengan memastikan dua hal, yaitu kesesuaian solusi dengan permasalahan (problem-solution fit) dan kesesuaian produk dengan pasar (product-market fit).

Ide startup yang baik memberikan solusi terhadap permasalahan yang nyata dirasakan oleh pasar. Investor akan melakukan validasi usaha startup dengan menilai kedua kesesuaian tersebut dan bagaimana pengusaha berencana untuk menjalankan ide tersebut.

Karena banyak startup belum menghasilkan keuntungan dari transaksi bisnisnya dan bahkan masih mengalami kerugian, cara investor startup menilai sebuah startup berbeda dengan perusahaan konvensional yang lebih matang. Investor sangat memperhatikan kemampuan dan latar belakang pendiri startup tersebut.

Kapabilitas pendiri startup bukan menjadi satu-satunya kriteria keputusan, namun salah satu yang terpenting karena ide yang baik hanya akan berhenti sebagai ide jika tidak direalisasikan oleh orang yang tepat. Hal ini meliputi kemampuan pendiri tersebut dalam menjual ide bisnis startup mereka.

Dalam presentasi, penting pula untuk memahami audiens atau siapa yang mendengarkan presentasi. Dengan begitu, presenter bisa menyesuaikan isi dan cara penyampaian agar sesuai dengan pendengar dan bisa juga memberikan penekanan pada poin-poin dalam bisnisnya yang dicari oleh pendengar.

Setiap investor pastinya memiliki kriteria yang berbeda dalam menilai presentasi ide sebuah startup namun Venture Capital biasanya memiliki kriteria umum yang sama seperti relevansi cerita yang dibangun, kapabilitas pendiri dan tim, dan model bisnis.

Managing Director OCBC NISP Ventura, Darryl Ratulangi mengatakan, kemampuan presentasi tidak bisa didapatkan dengan hanya membaca atau mendengarkan teori melainkan harus diasah dengan latihan terus menerus.

"Ada beberapa cara yang bisa dilakukan pendiri startup untuk itu seperti melatih presentasi di cermin, menggunakan video, atau mempraktekkan presentasi di depan tim dan teman. Ada baiknya juga bagi pendiri startup untuk mendapatkan masukan dari expert mengenai memperbaiki cara penyampaian ide," kata Darryl di Jakarta. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel