Strategi Khofifah, Hendi dan Bobby Nasution Tangani COVID-19

Bayu Nugraha, Eduward Ambarita
·Bacaan 3 menit

VIVA – Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menghadirkan sejumlah kepala daerah dalam kuliah umum atau stadium general di kampus Jatinagor, Sumedang, Jawa Barat. Yang menarik, sejumlah nama populer dihadirkan seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Bupati Minahasa Utara Joune J.E. Ganda.

Menurut Rektor IPDN, Hadi Prabowo, acara kali ini mengangkat dua tema sekaligus karena benar - benar ingin mendengar secara langsung pengalaman tiap kepala daerah saat memengkan kontestasi Pilkada disertai visi - misinya ketika sudah terpilih saat ini.

“Kuliah umum dengan 2 tema yang sudah disampaikan tadi, kami pandang penting sebagai media penyampaian informasi terkini tentang berbagai upaya untuk memajukan daerah dalam situasi pandemi COVID 19 ini”, ujar Hadi dalam keterangannya, Senin 19 April 2021.

Hadi mengatakan, stadium general juga merupakan best practices pemerintahan yang dapat dijadikan bahan pembelajaran bagi praja. Kepala daerah yang baru terpilih ataupun sudah menjabat, para praja bisa menyerap ilmu dari setiap tokoh. Misalkan bagaimana para kepala daerah menyusun visi - misi yang kemudian dituangkan dalam RPJMD. Sementara terkait kontestasi, dari tiap kepala daerah memberikan pandangan mereka terkait praktik demokrasi berlangsung termasuk dialektikanya.

“Praja harus mampu membangun tatanan birokrasi baru dan dapat mensupport berbagai persiapan menuju governance 4.0 dalam kerangka revolusi industri 4.0 dan society 5.0 melalui penciptaan co-working space yang memperbanyak network dan flexy working time. Selain itu, praja juga harus mampu menerapkan birokrasi yang dinamis dan menjadi motor utama penggerak percepatan pemulihan ekonomi dan penanganan COVID-19 pada instansi dimanapun mereka ditugaskan kelak," lanjut Hadi.

Dalam kesempatan stadium general yang berlangsung secara daring dan luring itu, Khofifah dan Wali Kota Semarang Hendi, sama - sama memaparkan kiat - kiat mereka untuk membuat ekonomi tetap bergeliat meski di tengah pandemi COVID. Seperti Khofifah, yang mengatakan selama masa pandemi pihaknya mulai mengencangkan sistem digitalisasi dari setiap kebijakan dan sosialiasi pemerintah daerah. Sementara itu Wali Kota Hendi menjelaskan beberapa kebijakan seperti relaksasi yang memangkas tarif di sejumlah pungutan dan retribusi.

Kiat lain yang disampaikan Hendi adalah menggerakkan semangat gotong royong melalui lumbung Kelurahan serta membuat aplikasi berisikan sistem informasi terkait COVID dan lain sebagainya.

"Kami berusaha mempersiapkan percepatan disrupsi teknologi digital, meningkatkan ketahanan kesehatan, memperhatikan aspek keamanan dan mempercepat pemulihan ekonomi dengan memastikan bahwa transaksi ekonomi aman dan tumbuh dengan baik”, ujar Khofifah.

Sementara itu Bobby Nasution pada kesempatan itu, menyampaikan upaya dan starateginya saat memenangkan Pilkada. Bagi dia, kemenangannya pada pesta demokrasi serentak akhir tahun lalu, itu karena partisipasi banyak kalangan yang mengingingkan kota Medan lebih maju. Sehingga ketika terpilih, dia langsung segera bekerja memetakan masalah di lapangan.

Hampir sama dengan Bobby, Bupati Minahasa Utara Joune J.E. Ganda, mengatakan bahwa saat kontestasi lah setiap kandidat dapat diuji model kepemimpinannya ke depan. Setiap calon kandidat yang ingin maju wajib mengetahui masalah di daerahnya terlebih dulu, sehingga kebijakannya kelak nanti mendapat prioritas.

“Kita harus tahu dan memahami betul apa masalah utamanya, sejauh mana program sebelumnya dijalankan dan seperti apa hasilnya. Untuk itulah dibutuhkan analisa masalah, riset dan penetuan skala prioritas," kata Joune.

Dalam kesempatan itu juga diketahui, hadir memberikan pemaparan juga adalah Gubernur Kalimantan Utara Arifin Paliwang yang tersambung secara virtual.

Adapun tema stadium general yakni 'Strategi Pemenangan Pilkada serta Implementasi Visi dan Misi Kepala Daerah Terpilih dalam Pelaksanaan Pembangunan Daerah'.

Baca juga: Soal Pemindahan Ibu Kota, LIPI: Jangan Curiga Terus dengan Jokowi