Strategi Khusus PBSI Demi Tingkatkan Performa Atlet di Olimpiade Tokyo

Pratama Yudha
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi, Rionny Mainaky, membeberkan rencana terkait persiapan menuju Olimpiade Tokyo 2021. Dia mengatakan sedang menyusun strategi khusus agar pebulutangkis Indonesia tampil maksimal di pesta olahraga terakbar sedunia itu.

Olimpiade menjadi salah satu target yang diusung PP PBSI di tiap kepengurusannya. Di era Gita Wirjawan, kesuksesan meraih medali emas hadir berkat Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dari sektor ganda campuran.

Pada era terkini, peluang meraih medali kembali hadir dari empat sektor, kecuali tunggal putri. Setidaknya, Merah Putih mengirim satu perwakilannya di tiap nomor.

Sejauh ini, Indonesia baru memastikan enam wakil yang lolos ke Olimpiade Tokyo 2021. Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Jumlah tersebut masih bisa bertambah. Pasalnya, ada sejumlah pasangan yang berpotensi untuk lolos, di antaranya Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Syaratnya, mereka harus konsisten dalam mendulang poin di setiap turnamen yang mereka ikuti ke depannya.

Sebagai Kabid Binpres, Rionny mengaku telah menyiapkan sejumlah rencana untuk para atlet yang lolos ke Olimpiade Tokyo 2021. Dia menyusun strategi khusus untuk persiapan para atlet, terutama untuk sesi latihan.

Rionny berkaca dari pencapaian anak-anak asuhnya selama tiga turnamen di Thailand. Dia tak ingin kegagalan di rangkaian turnamen tersebut kembali terulang.

"Kalau untuk Olimpiade, memang harus benar-benar dipersiapkan. Apalagi banyak kejuaraan yang berdekatan, memang ada yang masuk poin Olimpiade ada yang tidak," ujar Rionny dikutip situs resmi PBSI.

"Tapi, untuk pemain-pemain yang akan ikut Olimpiade, nanti saya dengan pelatih-pelatih mungkin akan berikan latihan khusus tersendiri," ungkapnya.