Strategi Khusus untuk Mempertahankan Majalah

Syahdan Nurdin, cahayalatifah69-394
·Bacaan 1 menit

VIVAMajalah akan tetap eksis pada generasi "kekinian" dengan adanya strategi - strategi dan siasat khusus untuk mempertahankannya.

Anton Kusnanto Fotografer Surabaya City Guide pada Forum Diskusi "membangun kekuatan foto di media cetak" Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya mengatakan bahwa media cetak akhir-akhir ini jarang disentuh oleh generasi - generasi "kekinian" tetapi pada kenyataannya sampai hari ini majalah masih mampu eksis di pembacanya.

"Zaman sekarang mendapatkan info apapun sudah sangat mudah, logikanya majalah sudah tidak dibutuhkan lagi tetapi pada kenyataannya seperti majalah Surabaya City Guide dari tahun 2007 sampai hari ini masih mampu eksis.

Nah, untuk tetap mampu eksis maka perlu adanya strategi - strategi dan siasat khusus untuk mempertahankannya minimal masih tetap dilihat, diminati dan bermanfaat bagi masyarakat.”

Strateginya adalah harus mengetahui kekuatan dari majalah itu sendiri yaitu visual cover. Dengan hal tersebut sehingga membuat perwajah yang berbeda di setiap pembuatannya, foto – foto yang menarik yang dibalut dengan design artistik sehingga menjadi sebuah visual yang layak untuk dilihat dan dibaca orang.

Kedua, adalah foto dengan bahan dasarnya tetap fotografi, permaianan design dan permainan layout.

"Sebuah foto bukan berarti sudah tidak layak atau tidak dimuat lagi untuk dijadikan cover, tapi bagaimana kita mengemasnya dengan dasarnya tetap fotografi. Kita kemas dengan design dan permaianan layout yang menarik, karena memang zamannya saat ini seperti itu. Jadi permaianan design dan layout diperlukan sekali," jelasnya.

Selain itu, untuk membuat majalah, perkembangan sebuah majalah dan memproduksi majalah adalah dengan pertimbangan visualnya dahulu. ‘’Kekuatan terpenting sebuah majalah adalah bagaimana membuat sebuah visual di luar bisa menarik, bahasa - bahasa yang tampil tidak sama dengan bahasa harian agar orang yang membaca majalah itu tetap dapat sesuatu yang baru," pungkas laki-laki kelahiran Ponorogo tahun 1981 tersebut.