Strategi kurang matang penyebab kekalahan Shesar

Fitri Supratiwi

Wakil terakhir tunggal putra di All England Open 2020 yaitu Shesar Hiren Rhustavito, yang kalah dari pemain Denmark Rasmus Gemke, mengungkapkan faktor kekalahannya di babak kedua, Kamis, akibat penerapan strategi yang kurang matang.

"Sebenarnya saya kemarin sudah mempelajari pemainan dia dengan Ginting. Dari situ saya pelajari dia mainnya tipe serang. Strateginya berjalan, cuma masih ada beberapa yang perlu dievaluasi lagi," kata Shesar melalui keterangan tertulis PP PBSI di Jakarta, Kamis.

Berhadapan dengan Gemke, Shesar mengaku telah mempelajari lawan dan menyiapkan strategi khusus. Pertandingan pun berjalan sesuai harapan pada gim pertama, dengan unggul 21-18 dari Gemke.

Baca juga: Indonesia kehabisan wakil tunggal putra di All England 2020

Akan tetapi pada gim kedua, setelah unggul 4-1 di awal, Shesar berbalik tertinggal 5-11 dan 7-17 hingga akhirnya kalah 13-21.

Pada gim ketiga, Shesar mencatatkan keunggulan di interal awal. Keunggulan terus terjadi hingga skor 18-16. Namun pada nyatanya ia kembali tertinggal 18-20 hingga kalah 19-21.

Baca juga: Fajar/Rian kurang puas dengan pertandingan pertama

"Saya kurang bisa memanfaatkan kesempatan di lapangan. Dari gim ketiga saya memimpin terus. Pas poin-poin terakhir saya kurang bisa memanfaatkan kesempatan yang ada. Masih banyak yang harus saya perbaiki dari segi main dan strategi di lapangan," ujar Shesar.

Sebelum mengalahkan Shesar, Gemke terlebih dulu mengatasi Anthony Sinisuka Ginting di babak pertama. Selain Anthony, wakil Indonesia lainnya dari tunggal putra yang langsung terhenti pada babak pertama yaitu Jonatan Christie dan Tommy Sugiarto.

Baca juga: Khawatir virus corona, tujuh pemain India mundur dari All England