Strategi Menepuk Nyamuk dan Fakta Menarik di Baliknya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Baru-baru ini video cara efektif menepuk nyamuk viral di media sosial. Video singkat yang diunggah ulang praktisi media Gilang Mahesa di akun Twitternya mengundang banyak perhatian warganet.

Dalam video tersebut diterangkan bahwa cara menepuk nyamuk yang efektif bukan dari sisi kanan dan kiri. Pasalnya, cara menepuk seperti itu hanya memiliki kemungkinan 50 persen membunuh nyamuk. Sedang, cara yang tepat adalah menepuk dari atas ke bawah.

Terkait hal tersebut, seorang profesor dinamika fluida di Penn State University Amerika Serikat Jim Brasseur sempat menjelaskan bahwa cara terbaik menepuk nyamuk adalah menepuk dengan kedua tangan daripada hanya memukul dari satu sisi saja dengan satu tangan.

Tangan yang menyapu udara ke arah nyamuk akan mendorong udara dan membuat nyamuk lolos dari tepukan karena nyamuk adalah serangga yang sangat ringan.

Senada yang diungkap oleh video viral, strategi yang lebih baik, kata Brasseur, adalah menampar nyamuk dengan kedua telapak tangan. Kedua tangan yang bertepuk akan memaksa dua kolom udara bersama-sama menciptakan wilayah yang lebih besar untuk menjebak nyamuk saat tangan bertemu.

Strategi Lain

Strategi lain adalah dengan mengempaskan tepukan pada serangga ke suatu permukaan. Permukaan yang datar akan menghalangi aliran angin dan juga menciptakan daerah kedap udara untuk menjebak nyamuk sebelum tergencet.

Menurut ahli entomologi dari negara bagian Maryland, Jeannine Dorothy, salah satu permukaan terbaik untuk menepuk nyamuk adalah lengan atau leher.

“Tunggu sampai mereka mendarat dan mulai menggigit lalu pukul mereka,” katanya mengutip livescience.com Kamis (18/11/2021).

Nyamuk Menghindari Risiko

Dalam penelitian Current Biology disebutkan bahwa menepuk nyamuk yang akan menggigit dapat membuat nyamuk belajar untuk menghindari risiko.

Serangga itu akan belajar dari momen menuju kematian yang baru dihadapinya dengan mengingat aroma pribadi tubuh seseorang sehingga menghindari orang tersebut di masa mendatang.

Karya Current Biology ini menandai pertama kalinya seseorang menunjukkan bahwa nyamuk mampu belajar dan mengingat. Nyamuk menghindari pembalasan dari korbannya dengan mengangkat jarum penyedot darah dengan lembut setelah makan.

Ahli saraf Universitas Washington Jeff Riffell mengatakan, nyamuk tertarik pada bau tertentu yang tercium. Saat menggigit manusia, mereka bermandikan aroma manusia tersebut.

Ketika korban menepuk nyamuk walau tidak kena, nyamuk akan terkena getaran kecil yang mengganggu gigitan selama 20 menit. Intensitasnya serupa dengan gema yang menjalar ke lengan setelah ditampar.

Tim Riffell menemukan bahwa nyamuk-nyamuk ini kemudian menghindari aroma tersebut selama lebih dari 24 jam sesudahnya. Ini efeknya sekuat semprotan anti nyamuk yang dijual bebas.

Karena asosiasi yang dipelajari terkait dengan dopamin kimia otak, Riffell dan timnya menguji efeknya lagi, tetapi kali ini pada nyamuk yang saluran dopaminnya telah dinonaktifkan. Benar saja, kelompok serangga itu tidak dapat mengetahui bahwa aroma tertentu berarti bahaya, dan mereka langsung mengidap darah lagi.

“Kemampuan belajar itu membuat mereka sangat fleksibel,” kata Riffell. “Itu berarti mereka dapat mempelajari asosiasi tentang siapa yang lebih defensif dan siapa yang tidak, dan jika kita dapat mencegahnya, mereka tidak akan pernah belajar dan dapat dipukul,” katanya mengutip nationalgeographic.com.

Infografis Virus Corona Berbahaya Vs DBD Mematikan

Infografis Virus Corona Berbahaya Vs DBD Mematikan. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Virus Corona Berbahaya Vs DBD Mematikan. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel