Strategi Menhub Budi Karya Genjot Serapan Anggaran hingga Akhir 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perhubungan optimistis dapat mencapai target realisasi anggaran 2021 sebesar 95,87 persen.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (26/8/2021).

"Kami tetap optimis hingga akhir tahun nanti akan dapat mencapai target prognosa akhir tahun 2021 sebesar 95,87 persen," ujar Menhub.

Menhub menyampaikan, hingga Agustus 2021, realisasi anggaran Kementerian Perhubungan tahun 2021 telah mencapai 50,06 persen atau senilai Rp 17,14 triliun.

Dia menjelaskan, pagu awal anggaran Kemenhub tahun 2021 yakni sebesar Rp 45,66 triliun. Kemudian terdapat kebijakan pengurangan anggaran atau refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 14,27 triliun.

Namun demikian, ia menambahkan, Kemenhub juga mendapatkan penambahan anggaran antara lain dari saldo awal badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp 51,89 miliar, dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan/atau Hibah Luar Negeri (PHLN) Rp 1,8 triliun, serta anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) Rp 992,09 miliar.

"Sehingga saat ini, pagu akhir anggaran Kemenhub Tahun 2021 sebesar Rp 34,24 Triliun," jelas Menhub.

Menurut dia, adanya kebijakan refocussing mempengaruhi struktur anggaran dan ruang fiskal Kemenhub dalam rangka memenuhi program prioritas nasional yang dimandatorikan. Namun demikian, Kemenhub berusaha memastikan layanan transportasi, aspek keselamatan, maupun kebutuha infrastruktur transportasi yang prioritas tetap berjalan dan dapat terpenuhi.

"Oleh karenanya, kami menyusun ulang skala prioritas, melakukan relaksasi dengan pelaksanaan multiyears contract dan perpanjangan multiyears contract, serta menunda sebagian program infrastruktur yang belum mendesak," ungkap Menhub.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Strategi

Menhub Budi Karya Sumadi berbincang disela Rapat Kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (2/6/2021). Rapat membahas pendahuluan Rencana Kerja Anggaran Kementrian/Lembaga (RKA K/L) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2022. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Menhub Budi Karya Sumadi berbincang disela Rapat Kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (2/6/2021). Rapat membahas pendahuluan Rencana Kerja Anggaran Kementrian/Lembaga (RKA K/L) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2022. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Lebih lanjut, Menhub menjelaskan, dengan adanya pandemi Covid-19 sejumlah kegiatan Kemenhub mengalami kendala. Diantaranya pada kegiatan pendidikan serta penelitian dan pengembangan (litbang) karena adanya pandemi Covid-19, penerimaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan BLU juga belum mencapai target sehingga penyerapan tidak dapat direalisasikan.

Untuk mengatasi hal tersebut, sejumlah upaya dilakukan untuk melakukan percepatan penyerapan anggaran Kemenhub tahun 2021.

Antara lain melaksanakan kegiatan yang telah diprogramkan dengan konsisten tanpa mengabaikan protokol kesehatan dan penyesuaian jam kerja, mendorong percepatan pencapaian target dan realisasi penerimaan PNBP.

Kemudian mempercepat penyelesaian masalah pembebasan lahan pada proyek pembangunan infrastruktur, melengkapi dokumen untuk revisi anggaran (buka blokir), melakukan lelang tidak mengikat pekerjaan optimalisasi tambahan PHLN maupun BA BUN, mengawasi rencana penarikan dana secara ketat untuk menghindari deviasi negatif dari target yang telah ditetapkan, dan mendorong satuan kerja (satker) untuk melakukan percepatan proses penagihan kegiatan yang telah teralisasi sesuai ketentuan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel