Strategi Panglima TNI Tangani COVID-19 di Jawa Tengah

·Bacaan 2 menit

VIVA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto tidak tinggal diam ketika mendengar Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengalami peningkatan kasus COVID-19 pasca-libur lebaran 1442 Hijriah.

Pada hari Minggu, 6 Mei 2021 kemarin, Panglima TNI langsung terjun ke Kabupaten Kudus bersama sejumlah jenderal TNI dan Polri.

Sejumlah jenderal TNI dan Polri yang mendampingi Panglima TNI diantaranya, Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, dan Letjen TNI Ganip Warsito yang saat ini dipercaya sebagai Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Kepala Satgas Penanganan COVID-19 Nasional. Kemudian, Kapolri Jenderal Pol.Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Ahmad Luthfi.

Di Kabupaten Kudus, Panglima TNI langsung menggelar rapat terbatas dengan menghadirkan seluruh unsur Forkopimda yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Kudus HM Hartopo, serta jajaran TNI dan Polri di tingkat Kabupaten Kudus.

Panglima TNI menyoroti 60 desa di Kabupaten Kudus yang masuk kategori zona merah karena jumlah penderita COVID-19 meningkat sangat drastis. Panglima TNI pun langsung menginstruksikan kepada jajaran TNI dan Polri agar melakukan langkah-langkah strategis membantu pemerintah daerah Kabupaten Kudus guna menekan kembali angka COVID-19 di 60 desa tersebut.

"Dandim dan Kapolres serta jajarannya harus membantu Bupati, agar terbentuk sistem yang baik dalam penanganan COVID-19 di kudus," kata Panglima TNI dilansir VIVA Militer, Senin, 7 Juni 2021.

Lebih jauh lagi Panglima TNI menginstruksikan kepada Bupati Kudus dan Dinkes Kabupaten Kudus agar segera membentuk Posko PPKM Mikro di setiap desa yang mengalami peningkatan status tersebut.

"Setiap desa harus ada satu Posko PPKM Mikro agar zona merah menjadi kuning dan akhirnya menjadi hijau. Tugasnya menegakkan protokol kesehatan, membantu dan mendata pelaksanaan PCR dan segera dilakukan pemisahan untuk isolasi jika sudah terkonfirmasi positif," ujar Panglima TNI.

Usai memimpin rapat terbatas di Kudus, pemegang tongkat komando tertinggi di lingkungan TNI itu langsung bergerak ke Pekalongan, Jawa Tengah.

Panglima TNI memimpin Apel Gelar Pasukan TNI dan Polri di Lapangan Mataram, Pekalongan, Jawa Tengah.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI menginstruksikan seluruh jajaran TNI dan Polri agar melakukan strategi penebalan PPKM Skala Mikro untuk menekan angka penderita COVID-19 di Jawa Tengah.

Panglima TNI menyampaikan, meningkatnya kasus positif COVID-19 di Provinsi Jawa Tengah tentunya harus disikapi dan ditindaklanjuti dengan serius oleh setiap pihak, termasuk diantaranya TNI-Polri dan Pemerintah Daerah setempat.

Namun, lanjut Panglima TNI, strategi yang harus diterapkan di tengah masyarakat harus dirubah dengan cara menjadikan masyarakat sebagai subjek bukan objek dalam penerapan protokol kesehatan. Dengan demikian, kata Panglima TNI, perlawanan terhadap COVID-19 akan menjadi kesadaran bersama bagi seluruh masyarakat, khususnya di Jawa Tengah.

“Kepada petugas, agar masyarakat jangan hanya menjadi obyek disiplin protokol kesehatan, namun masyarakat juga harus menjadi subyek disiplin protokol kesehatan. Dengan arti, masyarakat harus memiliki kesadaran penuh bahwa disiplin protokol kesehatan merupakan sebuah kebutuhan yang harus dilakukan,” tegasnya.