Strategi Pemda NTT Cegah Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan Ternak

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengklaim wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga saat ini masih bebas virus Penyakit Mulut dan Kulit (PMK). Untuk itu, ratusan ekor sapi dari wilayah ini disebar guna memenuhi kebutuhan Hari Raya Idul Adha nanti.

"Hari ini KM Camara Nusantara 1 tiba dan mengangkut sebanyak 550 ekor dan selanjutnya besok hari Sabtu KM. Camara Nusantara 2 akan memuat sebanyak 533 ekor sapi," kata Syahrul di Jakarta, Senin (20/6).

Meski demikian, diakui Penyakit Kulit dan Mulut (PMK) turut membuat risau para peternak di sana. Untuk menghindari penyebaran kasus ini, Pemerintah NTT pun mengeluarkan kebijakan untuk melarang masuknya bahan makanan yang bersumber dari hewan seperti daging dan susu.

Di pedalaman NTT juga, distribusi daging kurban dirasa tidak merata. Selain karena jauhnya jarak antar pulau dan keterbatasan akses, kesulitan ekonomi mayoritas warga juga menyebabkan rendahnya daya beli hewan kurban.

Sehingga tak seperti kebanyakan peternak di kota, peternak-peternak lokal NTT tak bisa merasakan suka-cita Iduladha. kambing dan sapi mereka sepi pembeli, padahal Iduladha adalah momen terbaik untuk menjual ternak yang mereka rawat sepenuh hati.

Ketua Yayasan Insan Bumi Mandiri, Zulfa Faizah mengatakan, pihaknya bersama Pemerintah NTT memberdayakan peternak kecil di NTT. Dia berharap, program ini bisa memutar roda ekonomi warga.

"Di tengah ketakutan masyarakat tentang PMK, Kurban di Pedalaman jadi pilihan aman. Selain karena pemerintah setempat sudah mengeluarkan regulasi untuk menjaga keamanan hewan ternak di NTT, setiap tahun hewan yang hendak dikurbankan juga selalu diperiksa terlebih dahulu," kata Zulfa.

Tahun ini, Insan Bumi Mandiri menargetkan pelayaran Kurban di Pedalaman NTT mencapai 6.000 hewan sehingga semakin banyak peternak kecil yang bisa berdaya. Kurban di Pedalaman yang diselenggarakan Insan Bumi Mandiri ini merupakan kurban berbasis online.

Di mana para pekurbannya melakukan transaksi pembelian hewan kurban melalui situs kurban.insanbumimandiri.org. Walaupun kurban online, Insan Bumi Mandiri mengusung keutamaan laporan yang real time dilengkapi dengan laporan video.

Sehingga pekurban yakin bahwa hewannya aman dan tidak tertukar. Ketua Yayasan Insan Bumi Mandiri menambahkan bahwa laporan dikirim pada pekurban paling lambat 14 hari setelah Iduladha. Hal tersebut, diungkapnya, sebagai komitmen yayasan yang mengusung kurban online yang amanah.

Em Abdullah, salah satu peternak sapi di NTT mengatakan dia dan rekan satu profesi merasa terbantu dengan adanya program ini.

"Biasanya kami ini cuma bisa jual 1 atau 2 kambing saja per bulan. Tapi, sejak adanya program ini sampai ke desa kita, peternak-peternak lokal macam kami bisa jual sampai 10 ekor kambing bahkan lebih. Masyarakat sini juga yang tidak pernah dapat daging kurban, sekarang bisa menikmati lezatnya daging kurban," jelasnya. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel