Strategi Pemerintah Antisipasi Macet Mudik Lebaran 2022

·Bacaan 3 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Perhubungan menyatakan macet mudik dan balik sebuah keniscayaan. Sebab, kemampuan pembangunan sarana dan prasarana pemerintah terbatas sehingga tidak bisa mengakomodasi saat volume kendaraan terlalu tinggi.

"Jangan mengharap untuk tidak macet. Itu sangat sulit karena sarana dan prasarana kami tidak didesign untuk menghadapi arus puncak. Karena (butuh) dananya sangat besar dan kalau sudah tidak Lebaran nanti bisa mubazir. Jadi yang bisa kami lakukan adalah langkah-langkah optimasi," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Sugihardjo.

Pemerintah tahun ini memprediksi puncak arus mudik Lebaran akan terjadi pada tanggal 29 dan 30 April 2022. Sementara puncak arus balik pada 7 dan 8 Mei 2022.

Pemerintah memproyeksikan, jumlah pemudik pada Lebaran Idulfitri 2022 mencapai 85 juta orang. Di mana 47 persen di antaranya akan menggunakan jalur darat baik kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor) maupun bus.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengungkapkan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi macet mudik Lebaran 2022. Selain itu, Menhub Budi menyarankan agar masyarakat mudik lebih awal antara tanggal 25-27 April, untuk mencegah terjadinya kemacetan dan kepadatan lalu lintas, khususnya bagi pemudik yang hendak melintasi jalan tol.

Berikut sejumlah strategi pemerintah antisipasi macet mudik Lebaran 2022 yang terpantau sejauh ini.

1. Macet 1 Km, Tol Gratis

1 km tol gratis rev1
1 km tol gratis rev1.jpg

Pertama, menggratiskan biaya jalan tol jika terjadi kemacetan lebih dari 1 kilometer.

"Sebenarnya sudah ditetapkan tidak ada diskon, cuman ada satu diskresi apabila antrean mobil lebih dari 1 kilometer, tidak bayar malah. Bablas," bebernya.

Menurutnya, aturan tersebut sebagai bentuk pekerjaan rumah bagi pengelola jalan tol agar bekerja lebih keras guna mengantisipasi kemacetan yang terjadi. Sehingga, skema gratis pembayaran tarif tol bisa dihindari.

"Jadi, kita bisa memberikan suatu home work untuk pengelola tol supaya tidak macet. Karena begitu macet gratis," terangnya.

2. One Way, Contra Flow dan Ganjil Genap

way contra flow dan ganjil genap rev1
way contra flow dan ganjil genap rev1.jpg

Selanjutnya, petugas di lapangan menyiapkan skema one way dan ganjil genap untuk mengurai kemacetan. Mengingat, animo masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik di tahun ini cukup tinggi.

Pemberlakuan one way (satu arah), contraflow, dan ganjil genap dilakukan di Tol Cikampek sampai Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang.

"Untuk tanggal pelaksanaan ganjil genapnya akan disampaikan Korlantas dalam waktu dekat ini," katanya.

3. Larang Operasional Truk hingga Aturan Penjualan Makanan

operasional truk hingga aturan penjualan makanan rev1
operasional truk hingga aturan penjualan makanan rev1.jpg

Pemerintah akan melarang operasional truk barang di jalur mudik Lebaran yang telah ditentukan baik tol maupun non-tol mulai tanggal 28 April Sampai 1 Mei 2022. Aturan ini untuk memastikan kelancaran arus mudik.

"Tapi, untuk Lebaran boleh. Dan nanti saat arus balik juga ada pengaturan (truk barang)," ungkapnya.

Kemudian, pemerintah akan menambah jumlah toilet portable di sejumlah rest area. Mengingat, kebutuhan pemudik untuk melakukan aktivitas terkait cukup tinggi. "Untuk rest area besar mungkin ada 100 penambahan toilet portable," rincinya.

Selanjutnya, pemerintah juga telah meminta pelaku usaha kuliner di rest area untuk menyiapkan makanan dalam bentuk kemasan paket. Selain itu, harga makanan atau barang pun diminta untuk dibulatkan saat arus mudik berlangsung.

"Ini untuk menghemat waktu melakukan kembalian (uang). Jadi, kita rapat sampai sedetail itu," tuturnya.

4. Tol Japek II Selatan Beroperasi Fungsional

japek ii selatan beroperasi fungsional rev1
japek ii selatan beroperasi fungsional rev1.jpg

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR berencana untuk menyiapkan Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan agar fungsional jika terjadi kemacetan parah selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

"Jadi (Tol) Jakarta-Cikampek Selatan ini akan kita siapkan untuk fungsional, apabila terjadi kondisi kemacetan yang parah," ujar Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

"Untuk pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan antara Sadang Km 62 dan Kutanegara Km 53 sepanjang 8,6 Km, sebagai antisipasi ruas fungsional untuk arus mudik-balik yang disambungkan ke Jalan Industri 15 Km dan masuk kembali ke Jalan Tol Jakarta-Cikampek melalui Gate Karawang Timur Km 54," katanya.

[bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel