Strategi PTPP Genjot Kinerja Pasca Pandemi Covid-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT PP (Persero) Tbk telah menyusun dan menetapkan berbagai program kebijakan dan strategi perusahaan di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Merebaknya wabah pandemi Covid-19 secara global termasuk Indonesia yang dimulai sejak awal tahun 2020 mengubah kebiasaan dan gaya hidup masyarakat.

Tentunya hal tersebut sangat berdampak besar dalam semua sektor kehidupan. Merebaknya wabah pandemic Covid-19 secara global tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, namun sektor ekonomi dan ketenagakerjaan turut menuai dampak signifikan.

“Di masa pandemi Covid-19 ini telah membuat banyak perusahaan merubah cara menjalankan proses bisnis. Bahkan tidak sedikit perusahaan yang harus mendaur ulang rencana bisnis perusahaannya. Tentunya hal tersebut dilakukan oleh perusahaan untuk dapat bertahan dan bangkit di masa pandemi ini," kata Sekretaris Perusahaan PTPP Yuyus Juarsa dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Seperti yang kita ketahui, wabah pandemi Covid-19 ini bukan hanya masalah kesehatan global tetapi sudah berubah menjadi bencana ekonomi dunia. Banyak sekali sektor usaha yang terdampak akibat merebaknya wabah tersebut termasuk dunia konstruksi. Oleh karena itu, Perseroan telah menuangkan berbagai kebijakan strategi untuk jangka pendek, menengah, dan panjang,” lanjut dia.

Di tengah tekanan pandemi Covid-19, Pencapaian kinerja perusahaan sepanjang 2020 masih terbilang cukup baik dimana dalam kondisi wabah, Perseroan masih dapat membukukan Laba Bersih tahun berjalan sebesar Rp 266 Miliar dimana pencapaian tersebut berhasil melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2020 (audited), Perseroan membukukan laba kotor dari kinerja operasi sebesar Rp. 2,17 Triliun. Rasio utang berbunga Perseroan masih berada pada angka 1,32x dari 2,5x covenant. Hal tersebut mencerminkan bahwa rasio utang Perseroan masih jauh di bawah covenant (batas utang) yang ditetapkan oleh perbankan.

Tentunya hal tersebut menjadi keyakinan tersendiri bagi perusahaan untuk terus optimis di masa pandemi Covid-19 ini. Perseroan juga telah menetapkan kinerja di tahun 2021 ini dapat bertumbuh dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Guna menjalankan visi perusahaan yang unggul, bersinergi, dan berkelanjutan, Perseroan menyusun berbagai strategi perusahaan baik jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang.

Untuk strategi perusahaan jangka pendek, Perseroan telah menuangkan strategi tersebut ke dalam buku Rencana Kerja Anggaran Perusahaan 2021.

Dimana dalam strategi jangka pendek PTPP berorientasi kepada 5 fokus prioritas Kementerian BUMN, yaitu Nilai Ekonomi & Sosial, Inovasi Model Bisnis, Kepemimpinan Teknologi, Peningkatan Investasi, dan Pengembangan Talenta. Dalam sektor Nilai Ekonomi & Sosial, salah satu strategi yang akan dijalankan oleh Perseroan, yaitu dengan berfokus pada segmen Champion (Seaport dan Power Renewables).

Inovasi Model Bisnis

Terowongan Notog merupakan salah satu jalur transportasi kereta api yang menghubungkan Cilacap dan Purwokerto. (Dok PTPP)
Terowongan Notog merupakan salah satu jalur transportasi kereta api yang menghubungkan Cilacap dan Purwokerto. (Dok PTPP)

Dalam Inovasi Model Bisnis, salah satu yang akan dijalankan oleh Perseroan ditahun ini dengan melakukan penyelarasan sistem Induk dan Anak Perusahaan. Dimana dalam Kepemimpinan Teknologi, Perseroan akan mempercepat pengembangan smart construction technology. Sementara itu, Perseroan juga akan mengembangkan global talent readiness program di bidang SDM.

Tidak hanya menyusun strategi jangka pendek, Perseroan juga telah menyusun strategi jangka menengah dan jangka panjang untuk terus bertumbuh dan berkelanjutan.

Dimana beberapa strategi yang telah disusun meliputi memperluas kepemimpinan, investasi (perputaran nilai), penyelarasan lini bisnis, dan memperkuat kapabilitas perusahaan. Perkuatan aspek strategi dengan bertransformasi menyesuaikan diri (adaptif) dalam menghadapi masa pandemi telah dan akan dilakukan oleh Perseroan dengan menerapkan beberapa strategi atau kebijakanbisnis, yaitu melakukan transformasi portofolio bisnis, transformasi unit bisnis, transformasi organisasi, transformasi tata Kelola binis, dan transformasi pengelolaan inovasi, teknologi & corporate knowledge.

Dalam bidang investasi, Perseroan akan memfokuskan pada selective investment dimana proyek-proyek investasi yang memiliki BEP cepat akan menjadi prioritas perusahaan saat ini. Selain itu, smart recycling asset akan difokuskan kepada proyek-proyek jalan tol yang telah diselesaikan pembangunannnya dan memiliki profitabilitas yang baik. Hasil smart recycling asset akan digunakan Kembali untuk membiayai proyek-proyek investasi berikutnya yang menurut perusahaan memiliki nilai profitabilitas yang jauh lebih menguntungkan.

“Perseroan meyakini bahwa kondisi perusahaan yang terjadi akibat pandemi Covid-19 hanyalah bersifat sementara. Perseroan sebagai salah satu perusahaan BUMN di Indonesia tentunya telah memiliki strategi jitu dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini yang dituangkan dalam Business Continues Plan (BCP) untuk tumbuh berkelanjutan," tutur dia.

"Adanya dukungan Pemerintah terhadap pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19, seperti kebijakan pemberian insentif dalam pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) pada sektor properti dan penurunan tarih PPh Final atas Jasa Konstruksi akan memberikan optimisme tersendiri bagi Perseroan," tutup Yuyus.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: