Strategi Tower Bersama Infrastructure Tambah 7.400 Tenant pada 2021

·Bacaan 2 menit
Menara jaringan telekomunikasi milik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Jakarta, Rabu (2/11). Pemerintah akan terus mendorong perluasan akses digital di masyarakat di pelosok Tanah Air. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Sepanjang 2021, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) memiliki target 7.400 tenant. Meski demikian, 4.400 tenant telah didapatkan perusahaan, sehingga kekurangannya mencapai 3.000 tenant.

Direktur Keuangan Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso mengatakan, pihaknya memiliki tiga sumber dana untuk menambah tenant, salah satu dari arus kas perusahaan.

"Kalau pendananan melalui arus kas perusahaan dan obligasi rupiah dan pinjamanan bank, jadi dari ketiga hal tersebut," ujar dia secara virtual, Jumat (28/5/2021).

Selain itu, Helmy menyebut terdapat beberapa strategi yang disiapkan perusahaan untuk mencapai target yang telah ditentukan, seperti membina hubungan baik dengan para operator.

"Strategi ya bertumbuh secara organik, membina hubungan baik dengan operator, membantu operator memberikan capacity ke tempat-tempat yang belum terjangkau," ujarnya.

Tak hanya itu, Helmy juga menegaskan bila Tower Bersama Infrastructure menginginkan pertumbuhan yang lebih baik dari sisi dividen dibandingkan tutup bukan pada 2020.

"Memang terlalu dini untuk bicara dividen di tahun ini ya, tapi untuk tutup buku tahun lalu kita telah memberikan dividen di April 2021. Selain target tercapai, di 2021 bisa lebih baik lagi untuk dividen," tutur dia.

Belanja Modal Tower Bersama Infrastructure

Setelah akusisi 3.000 menara milik PT Inti Bangun Sejahtera (IBST), PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG) mengaku masih memiliki belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk menunjang kinerja perseroan pada 2021.

Direktur Keuangan Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso mengatakan, pihaknya telah menyiapkan capex sebesar Rp 2 triliun.

"Memang terlalu dini untuk spend capex kita, karena biasanya di spend berdasarkan permintaan dari operator. Tapi kita sudah siapkan budget untuk capex. Khusus organic growth saja ada Rp 2 triliun, jadi itu di luar capex untuk akuisisi IBST Rp 3,9 trilun," katanya secara virtual, Jumat, (28/5/2021).

Pada 2021, TBIG optimistis kinerja perusahaan masih sangat baik karena kebutuhan data seluler sangat diperlukan masyarakat, khususnya yang bekerja dari rumah dan sekolah dari rumah.

"Kami adalah salah satu industri yang masih bisa diuntungkan selama pandemi masih bisa bertumbuh. Mengingat kebutuhan telekomunikasi dari para pelanggan masih meningkat," ujar dia.

Tak hanya itu, Helmy juga menegaskan bila perseoran diyakini mampu mengalami pertumbuhan double digit dari sisi pendapatan dan EBITDA.

"Kita lihat tower bersama masih bisa bertumbuh 3,600 tenant. Semua EBITDA, revenue kita bisa bertumbuh double digit rasanya di 2021 karena tren ini masih berlangsung," tuturnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini