Stres karena Pandemi, Cobalah Dengarkan Musik

Lazuardhi Utama
·Bacaan 2 menit

VIVAMusik telah menjadi sarana untuk menjaga kesehatan mental dalam kehidupan. Perannya semakin signifikan pada masa-masa menantang seperti pandemi COVID-19.

Musik begitu penting bagi kesehatan, karena sifatnya yang lembut dan positif sehingga banyak orang yang mendengarkannya untuk relaksasi sebelum tidur atau membantu mereka agar selalu tenang dalam menghadapi pandemi.

Baca: RI Akan Usulkan Gamelan Sebagai Warisan Budaya Indonesia ke UNESCO

Melansir Healthline, Rabu, 30 Desember 2020, musik bisa berefek pada kesehatan mental, otak, hingga tubuh Anda. Pertama, meningkatkan daya ingat. Dalam sebuah studi, peneliti memberi orang tugas yang mengharuskan mereka membaca dan kemudian mengingat daftar kata pendek.

Mereka yang mendengarkan musik klasik mengungguli mereka yang bekerja dalam keheningan atau atau tanpa musik. Tak hanya itu, menurut Mayo Clinic, musik terbukti memperlambat penurunan kognitif, membantu penderita demensia ringan atau sedang dalam mengingat episode kehidupan mereka.

Kedua, menurunkan kecemasan. Studi telah menunjukkan bahwa orang-orang yang menjalani rehabilitasi setelah stroke akan merasa lebih rileks setelah mereka mendengarkan musik selama satu jam.

Studi serupa juga menunjukkan bahwa musik yang dicampur dengan suara alam membantu orang merasa tidak terlalu cemas. Bahkan orang yang menghadapi penyakit kritis merasa tak lagi cemas setelah terapi musik.

Ketiga, membantu meringankan depresi. Sebuah review penelitian pada 2017 menyimpulkan bahwa mendengarkan musik memiliki efek positif pada gejala depresi.

Untuk itu, perusahaan asuransi jiwa PT AIA Financial mengumumkan bahwa Honne, duo musisi bernama James Hatcher dan Andy Clutterbuck asal Inggris, akan tampil untuk merayakan peluncuran AIA Vitality, sebuah terobosan program kebugaran dan kesehatan yang menjadi bagian dari layanan perlindungan jiwa di Indonesia.

Honne telah meluncurkan mixtape 'No Song Without You’ sebagai kelanjutan dari album suksesnya ‘Love Me/Love Me Not'.

Menurut Chief Marketing Officer AIA, Lim Chet Ming, program ini mencakup empat pilar utama untuk membantu nasabah fokus dalam mencapai hidup yang lebih sehat, lebih lama, lebih baik atau Eat Well, Move Well, Think Well, and Plan Well.

"Kesehatan dan kebugaran, termasuk kesehatan mental, sangat penting di kala pandemi belum berakhir. Melalui AIA Vitality, kami mewujudkan komitmen kuat untuk membantu jutaan keluarga di Indonesia hidup lebih sehat, lebih lama, dan lebih baik dengan pendekatan yang menyenangkan dan menarik," jelas Lim.