Striker MU Ancam Mogok Jika Dapat Perlakuan Rasis

Liputan6.com, Manchester - Striker Manchester United (MU), Odion Ighalo mengancam akan mogok bermain jika mendapat perlakuan rasis. Itu akan dilakukannya jika wasit tidak menindak tegas pelaku rasisme dalam pertandingan.

"Jika itu terjadi kepada saya dan melaporkannya kepada wasit sembari melihat tindakan selanjutnya. Jika tidak ada, saya akan mogok karena itu (rasisme, red) tidak boleh dilakukan kepada pemain mana pun," ujar Ighalo seperti dilansir Sportskeeda.

Isu rasisme ramai diperbincangkan setelah kasus George Floyd di Amerika Serikat (AS). Floyd merupakan pria kulit hitam yang tewas karena ulah polisi di wilayah Minneapolis.

Tewasnya Floyd mengundang protes tidak hanya di AS. Publik dunia ramai-ramai menggaungkan tagar Black Lives Matter sebagai protes terhadap rasisme.

Beberapa pemain sepak bola pun ikut memprotes tindakan itu. Lewat akun media sosial masing-masing, mereka menyuarakan agar rasisme segera dihentikan.

Ighalo bergabung dengan MU pada bursa transfer Januari dengan status pinjaman dari Shanghai Shenhua. Striker asal Nigeria itu telah mengantongi empat gol dari delapan kali main bagi MU.

 

Alami Perlakuan Rasis

Pemain Manchester United Odion Ighalo melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Derby County pada pertandingan putaran kelima Piala FA di Pride Park, Derby, Inggris, Kamis (5/3/2020). Manchester United menang dengan skor 3-0. (AP Photo/Rui Vieira)

Ighalo mengatakan, ia pernah mendapat perlakuan rasis saat bermain di Tiongkok bersama Shanghai Shenhua. Namun ketika itu, ia memilih tidak bertindak apa pun.

"Dalam satu pertandingan di Tiongkok, saya dipanggil dengan berbagai sebutan dan setelah pertandingan. Saya tidak menyalaminya dan langsung ke ruang ganti. Saya marah dan melapor kepada federasi," kata Ighalo.

"Saya tidak melanjutkan itu. Saya hanya membiarkan orang seprti ini. Saya tidak mau memperpanjang masalah, tetapi rasisme tidak seharusnya ada di negara mana pun," katanya.

Semua Manusia Sama

Lebih lanjut, Ighalo meyakini, rasisme bukan suatu hal yang bisa ditolerir. Menurutnya, semua manusia sama.

"Tidak boleh ada yang memaklumi rasisme. Kita semua sama meski warna kulit berbeda-beda. Kita hidup di dunia yang sama," katanya mengakhiri.