Studi Baru Menguak Penyamaran Aliran Lumpur di Permukaan Mars

Liputan6.com, Jakarta- Lumpur di Mars mengalir seperti lava layaknya di Bumi. Beberapa fitur di Planet Merah yang tampak seperti gunung berapi pun sebenarnya hanya berupa muntahan lumpur.

Peneliti Petr Brož dari Czech Academy of Sciences di Praha, Republik Ceko, dan rekan-rekannya melakukan pemeriksaan pada perilaku lumpur di Mars, dan melihat lumpur mengalir turun pada tekanan rendah dan suhu di bawah -8° C, dan mirip dengan kondisi di planet tersebut.

Mereka menemukan bahwa permukaan lumpur tersebut membeku dengan cepat, sehingga melindungi bagian dalam aliran, yang kemudian dapat terus bergerak maju di bawah cangkang beku. Penemuan itu dikatakan mirip dengan beberapa aliran lava di Bumi, di mana kerak mengeras dan lava di bawahnya terus bergerak.

Petr Brož mengatakan, sebelum percobaan, ia dan rekan-rekannya percaya seluruh aliran akan membeku dalam hitungan detik dan berhenti bergerak.

"Tapi begitu Anda membangun kerak, lumpur tidak lagi terkena atmosfer dan lumpur bisa tetap cair dan bergerak di bawah perlindungan kerak," seperti dikutip dari New Scientist, Selasa (19/5/2020).

Lumpur Dapat Berperilaku Seperti Lava

Rover Curiosity milik NASA saat menjalani ekspedisi di permukaan planet Mars. (Foto: NASA).

Walaupun percobaan ini tidak memperhitungkan bahwa gravitasi di permukaan Mars lebih rendah daripada di Bumi, tetapi pengurangan gravitasi tersebut hanya akan memungkinkan lumpur mengalir lebih jauh sebelum melambat dan berhenti, yang berarti saran bahwa lumpur dapat berperilaku seperti lava adalah akurat.

Sekarang belum dapat dipastikan apakah banyaknya gunung berapi kecil yang menghiasi permukaan Mars adalah muntahan lahar atau lumpur. Hal itu akan membuat lebih sulit untuk mencari tahu apa yang terjadi jauh di bawah permukaan planet tersebut.

Petr Brož mengatakan, di lain waktu ia dan timnya melihat sesuatu yang tampak seperti aliran lava, mereka tidak bisa memastikan bahwa itu adalah lava, dan ada kemungkinan bisa menjadi lumpur.

Ia juga menambahkan, mungkin dibutuhkannya kebenaran dasar, untuk mengirim penjelajah atau astronaut agar bisa mengambil sampel dan memastikan. 

Saksikan Video Berikut Ini: